Quartararo Frustrasi, Proyek Mesin V4 Yamaha Mandek
Pebalap Yamaha, Fabio Quartararo, tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya jelang MotoGP Hongaria di Sirkuit Balaton Park akhir pekan ini.
Juara dunia 2021 itu menyebut proyek mesin V4 Yamaha telah mandek dan tidak menunjukkan kemajuan berarti sejak pertama kali debut pada September 2025 lalu.
Kondisi ini diperparah setelah hasil minor di GP Mugello, di mana Quartararo gagal meraih poin sama sekali. Pebalap asal Prancis itu bahkan mengaku sempat membalap dengan mode "cari aman" demi menghindari cedera karena merasa motornya sudah tidak bisa diandalkan.
Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram
"Saya tidak mau jatuh dan cedera di lintasan ini (Mugello). kami tahu bahwa kami tersesat (tidak kompetitif). Jika Anda tanya saya sekarang, saya akan bilang motivasi saya sudah hilang," ujar Quartararo, dikutip dari Crash, Jumat (5/6/2026).
Memasuki akhir pekan di Balaton Park, pebalap berjuluk El Diablo ini mengakui bahwa dirinya masih tidak bahagia dengan situasi di garasi Yamaha selama satu bulan terakhir.
"Saya berharap lebih baik. Maksudnya, lebih buruk dari Mugello rasanya sulit, di mana saat itu saya benar-benar tidak bisa berkendara," lanjutnya.
Motor yang Sama Sejak September 2025
Meskipun sempat tampil kuat di Le Mans dan Catalunya berkat penggunaan desain winglet lama, Quartararo menegaskan bahwa masalah utama Yamaha adalah mandeknya pengembangan motor.
"Saya tidak senang dengan cara kami meningkatkan motor ini. Ini adalah motor yang sama persis seperti bulan September 2025. Dari prototipe pertama sampai sekarang, saya berharap ada langkah besar ke depan, tapi kami masih tertahan di sana," tegas Quartararo.
Saat ditanya mengenai kelemahan terbesar motor YZR-M1 bermesin V4 tersebut, Quartararo menunjuk masalah klasik Yamaha, yaitu traksi roda atau grip.
Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram
"Ada banyak (masalah). Tapi kalau harus memilih satu, tentu saja grip. Kami melihat di tes Barcelona saya bisa cepat saat grip-nya ada. Tapi itu bergantung banyak hal, sirkuit dan kondisi. Jadi saya bilang grip. Lalu baru masalah belok, top speed, akselerasi, dan aerodinamika," paparnya.
Tidak Ada Reaksi dari Yamaha
Quartararo juga pesimistis akan ada pembaruan komponen dalam waktu dekat. Ia menilai Yamaha kini sudah mulai mengalihkan fokus dan sumber daya mereka untuk menyambut era regulasi baru mesin 850cc.
"Kami memulai proyek V4 agak terlambat. Dan jika saya di posisi mereka, tentu saja mereka harus bersiap untuk tahun depan," kata pebalap berusia 27 tahun itu.
Saat ini, Quartararo terdampar di peringkat ke-15 klasemen sementara MotoGP 2026 dengan raihan 37 poin. Sementara rekan setimnya, Alex Rins, berada di posisi ke-19 dengan 9 poin.
Kondisi Yamaha yang kian terpuruk ini seolah memperkuat rumor kepindahan Quartararo ke kubu rival, Honda, untuk musim depan, meskipun kesepakatan tersebut belum diumumkan secara resmi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang