Prabowo Kumpulkan Tokoh di Kertanegara, Bahas Pilkada Langsung dan Tak Langsung

Pilkada, DPRD, Prabowo Subianto, tokoh nasional, Prabowo Kumpulkan Tokoh di Kertanegara, Bahas Pilkada Langsung dan Tak Langsung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (30/1/2026) malam.

Pertemuan tersebut membahas wacana sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik langsung maupun melalui DPRD.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro, mantan Ketua KPK Abraham Samad, serta eks Kabareskrim Polri Susno Duadji.

Siti Zuhro Beri Masukan ke Prabowo

Susno yang hadir di Kertanegara mengungkap isi pertemuan Prabowo dengan sejumlah tokoh.

Berdasarkan pengakuan Susno, Siti Zuhro memaparkan pandangan akademis terkait kelebihan dan kekurangan sistem Pilkada langsung maupun tidak langsung.

Wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD sendiri belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan publik, termasuk di kalangan partai politik.

"Bu Siti Zuhro memberikan masukan berdasarkan hasil penelitian ilmiah terkait dampak dari kedua sistem pemilihan, baik untuk gubernur, bupati, wali kota, dan wakilnya," kata Susno dikutip dari Tribunnews, Selasa (3/2/2026).

"Beliau menjelaskan dengan berbagai pertimbangan yang ada dan Pak Presiden pun mengapresiasi masukan tersebut," tambahnya.

Meski menerima berbagai pandangan, Prabowo tidak langsung menyatakan sikap terkait sistem Pilkada yang akan dipilih ke depan.

Menurut Susno, Presiden memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan.

"Jika beliau cepat mengambil keputusan, itu bisa mempengaruhi cara pandang masyarakat," tambah Susno.

Susno menuturkan, Prabowo justru membiarkan diskursus soal Pilkada berkembang di ruang publik.

Presiden ingin melihat dinamika perdebatan yang muncul dari berbagai sudut pandang sebelum menentukan sikap.

"Beliau biarkan isu itu bergulir, nanti kan dengan berbagai perdebatan, dengan berbagai usul gitu. Tidak di forum itu untuk mengambil keputusan bahwa saya setuju yang ini," ujar Susno.

Alasan Prabowo Gelar Pertemuan dengan Susno Duadji-Siti Zuhro

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional dilakukan semata-mata untuk kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat luas.

Ia menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut melibatkan tokoh oposisi.

Prasetyo menekankan bahwa Presiden justru berdialog dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki perhatian dan keahlian di bidang masing-masing.

"Inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi. Ada yang terbuka, ada yang tertutup dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah," kata Prasetyo di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026).

Prasetyo menilai, komunikasi lintas latar belakang seperti itu merupakan hal positif dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para tokoh yang diundang Presiden berasal dari beragam latar belakang dan tidak mewakili partai politik mana pun.

Prasetyo juga memastikan bahwa agenda dialog semacam ini tidak berhenti sampai di situ. Presiden, kata dia, akan terus membuka ruang komunikasi dengan tokoh-tokoh nasional lainnya.

“Tokoh parpol tidak ada. Kemarin ada tokoh kepemiluan Prof. Siti Zuhro, tokoh pemberantasan korupsi mantan Ketua KPK Bapak Abraham Samad, kemudian tokoh kepolisian mantan Kabareskrim Bapak Susno,” ujarnya.

“Ada beberapa yang nanti juga akan terus kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” kata Prasetyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang