Penjualan Toyota di Indonesia Tahun Lalu, Disokong Fleet 28 Persen
Penjualan mobil baru di Indonesia berhasil mencapai target revisi di 2025. Peringkat pertama masih dipimpin oleh Toyota.
Mengacu pada data Gaikindo, total penjualan retail Toyota atau distribusi dari diler ke konsumen adalah 258.923 unit dengan pangsa pasar 31,1 persen.
Menariknya dalam capaian sejumlah merek otomotif di dalam negeri, penjualan fleet memiliki kontribusi cukup banyak.
“Angka ini (258.923 unit) merupakan gabungan dari penjualan retail dan fleet,” kata Jap Ernando Demily, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) kepada KatadataOTO belum lama ini.

Perlu diketahui, Toyota menyuplai Transmover atau Avanza versi terbaru yang spesifikasinya disesuaikan buat kebutuhan taksi.
Toyota Transmover bisa dibilang varian ekonomis dan tipe terendah dari Avanza. Tidak ada lampu kabut, kemudian pakai pelek kaleng dilengkapi cover.
“Untuk komposisi fleet sendiri berkisar di angka 28 persen, konsisten dari tahun 2024 dan 2025,” ungkap Ernando.
Fleet sendiri tidak terbatas pada armada taksi saja. Jika dihitung, total penjualan fleet Toyota adalah sekitar 72.498 unit dari keseluruhan 258.923 unit.
Kontribusi Fleet Dorong Penjualan Mobil
Di 2025, salah satu merek yang jadi sorotan ialah VinFast. Penjualan retail merek asal Vietnam ini melonjak di Desember menjadi 7.673 unit.
Sebelumnya di November penjualan retail VinFast adalah 168 unit. Lalu angka tertinggi yang pernah dicapai sebelum Desember adalah 1.227 unit pada April.
VinFast punya seri mobil listrik khusus armada taksi online Xanh SM, sekarang menggunakan nama Green SM.
Jumlah armadanya pun tembus ribuan unit. Mengingat sekarang jangkauan wilayahnya tidak hanya Jakarta, tetapi juga Bekasi dan Bogor.
BYD juga menyuplai model Multi Purpose Vehicle (MPV) M6 buat kebutuhan armada taksi online Grab Indonesia. Di tahap awal, pabrikan tersebut menyuplai 1.000 unit.

Di samping BYD, Grab Indonesia turut menggunakan Aion Y Plus untuk armada Grab Premium yang ditempatkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Meskipun begitu, tidak diketahui rinci porsi penjualan fleet VinFast, BYD maupun GAC Aion terhadap capaian keseluruhan mereka di 2026.
Namun bisa dipastikan penjualan fleet cukup berperan mendongkrak angka penjualan kendaraan buat segelintir merek.