Dampak Bencana Terhadap Kesehatan dan Mental Perempuan, Ini Bantuan yang Diperlukan
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh membawa dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak. Selain merusak permukiman, bencana ini juga memutus mata pencaharian warga sehingga memperburuk kondisi sosial ekonomi keluarga.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan ribuan keluarga terdampak dengan proporsi pengungsi terbesar berasal dari kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak.
Di tengah situasi darurat tersebut, upaya pemulihan tidak hanya difokuskan pada penyediaan kebutuhan dasar, tetapi juga pada penguatan kesehatan mental dan kesiapan masyarakat untuk kembali produktif.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah memfasilitasi dukungan revitalisasi saluran irigasi pertanian, cek kesehatan dan pemulihan trauma bagi perempuan dan anak-anak guna memperkuat kesiapan mental dan mendorong kebangkitan produktivitas masyarakat.
Program ini dinilai penting karena kerusakan infrastruktur dan tekanan psikologis pascabencana dapat menghambat proses pemulihan jangka panjang.
“Perempuan adalah fondasi ketahanan ekonomi keluarga. Ketika mereka terdampak bencana, pemulihan ekonomi akan berjalan jauh lebih lambat. Karena itu, Amartha memprioritaskan bantuan yang relevan bagi masyarakat dan perempuan pengusaha mikro di wilayah bencana. Di fase awal, Amartha.org menyalurkan bantuan logistik kepada lebih dari 32.000 warga terdampak,” tutur Aria Widyanto, Chairman Amartha.org.
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 7.000 liter air bersih, pembukaan dapur umum, pembagian paket perlengkapan kebersihan, serta penyediaan peralatan sekolah untuk anak-anak. Namun demikian, temuan di lapangan menunjukkan bahwa penyintas perempuan masih menghadapi tekanan emosional yang signifikan.
Kondisi ini sejalan dengan laporan World Health Organization yang menyebutkan bahwa dampak psikologis pascabencana dapat memengaruhi pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi. Menanggapi hal tersebut, Amartha melalui Amartha Empower memperluas dukungan melalui layanan pemeriksaan kesehatan mental dan pendampingan psikososial.
“Amartha juga merasa perlu memberikan dukungan pemeriksaan kesehatan mental dan psikososial kepada perempuan dan anak-anak terdampak. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu penyintas mengelola trauma, membangun kembali kepercayaan diri, serta mempercepat proses pemulihan agar dapat kembali beraktivitas secara produktif,” jelas Aria.
Bantuan di Sumatra dan Aceh
Dalam upaya penanganan bencana, Amartha Empower juga menggandeng berbagai donatur institusional. Secara keseluruhan, dana kolektif yang berhasil dihimpun dan disalurkan mencapai lebih dari Rp2,5 miliar. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kesehatan, mental, dan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga pascabencana.