Manfaat Co-parenting bagi Kesehatan Mental Anak, Meningkatkan Percaya Diri

Ketika orangtua berpisah, salah satu kekhawatiran terbesar adalah bagaimana kondisi emosional anak ke depannya.
Namun, para ahli menyebut bahwa anak tetap bisa tumbuh sehat secara mental apabila kedua orangtua mampu menjalankan co-parenting secara konsisten dan tanpa konflik berkepanjangan.
Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menjelaskan bahwa co-parenting merupakan kerja sama dua orangtua dalam mengasuh anak, meskipun hubungan romantis mereka telah berubah.
parenting bukan pada hubungan sebagai pasangan, tetapi sebagai tim pengasuhan yang tetap konsisten, saling mendukung, dan menempatkan kebutuhan anak sebagai prioritas," ujar Psikolog Vera kepada Kompas.com, belakangan ini.
Menurutnya, pola co-parenting yang sehat dapat memberikan beragam dampak positif bagi kesehatan mental anak. Berikut beberapa manfaatnya:
Manfaat co-parenting bagi kesehatan mental anak
1. Anak merasa aman dan stabil
Stabilitas adalah kunci bagi perkembangan emosional anak.
Dalam co-parenting, anak melihat bahwa dua figur penting dalam hidupnya tetap hadir, terlibat, dan bekerja sebagai satu tim.
Situasi ini membuat anak tidak bingung menentukan loyalitas, tidak harus "memilih" salah satu pihak, dan tetap merasa dicintai dua orangtua.
Rasa aman ini menjadi fondasi kuat bagi kesehatan mental anak di masa depan.
2. Regulasi emosi lebih sehat
Ketika orangtua mampu bekerja sama, anak belajar bahwa konflik bisa diselesaikan dengan cara yang dewasa.
Pola ini membantu anak: mengenal emosi dengan lebih baik, belajar merespons masalah tanpa meledak-ledak, serta membangun kemampuan coping yang lebih matang.
Anak yang tumbuh dalam kondisi ini cenderung lebih resilien ketika menghadapi tekanan.
3. Risiko stres dan kecemasan lebih rendah
Pertengkaran yang berlangsung terus-menerus dapat membuat anak rentan mengalami stres, kecemasan, dan bahkan masalah perilaku.
Sebaliknya, co-parenting yang sehat mengurangi paparan anak terhadap: konflik antar orangtua, ketegangan rumah tangga, perubahan rutinitas yang tidak konsisten.
Semakin kecil beban emosional yang ditanggung anak, semakin baik kondisi mentalnya.
Hal yang harus orangtua lakukan saat ke pameran parenting.
4. Ikatan yang lebih dekat dengan kedua orangtua
Saat kedua orangtua tetap berperan aktif, anak memiliki kesempatan untuk menjalin relasi yang kuat dengan keduanya.
Relasi yang hangat dan konsisten ini terbukti mendukung perkembangan sosial-emosional, rasa percaya diri, dan kemampuan untuk membangun hubungan sehat di masa dewasa.
Anak belajar bahwa meski struktur keluarga berubah, kasih sayang tidak berkurang.
5. Kualitas hidup anak lebih baik
Co-parenting yang baik membantu anak menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih mulus karena: jadwal lebih stabil, aturan jelas dan konsisten, dan tanggung jawab pengasuhan terbagi dengan seimbang.
Kondisi ini mendorong anak berkembang tanpa tekanan berlebih dari lingkungan keluarga.
6. Anak lebih mudah beradaptasi dan percaya diri
Dengan dukungan dua orangtua, anak cenderung lebih percaya diri saat menghadapi transisi baru, seperti pindah rumah, sekolah baru, atau perubahan sistem keluarga.
Anak merasa tidak sendirian, ada dua figur dewasa yang tetap menjadi sumber dukungan utama.
Co-parenting bukan hanya strategi pengasuhan bagi orangtua yang berpisah, tetapi juga sebuah pendekatan yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan mental anak.
Dengan stabilitas, komunikasi yang baik, dan komitmen untuk menempatkan anak sebagai prioritas utama, anak dapat tumbuh lebih bahagia, lebih aman, dan lebih kuat secara emosional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang