Penyakit Tidak Menular Kian 'Ganas', Sektor Swasta Punya Peran Penting Terhadap Kesehatan Nasional

Ilustrasi penyakit jantung
Ilustrasi penyakit jantung

 Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan kanker kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, peran sektor swasta diminta untuk bersinergi bersama pemerintah menjadi semakin krusial.

Penyakit-penyakit tersebut bukan hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga generasi muda produktif. Gaya hidup tidak sehat, stres kerja, hingga pola makan tinggi gula dan garam membuat kasus PTM meningkat tajam setiap tahun, menggerus kualitas hidup dan produktivitas nasional.

Fenomena tersebut diungkap langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, dalam sambutannya pada acara pembukaan Primaya Fair 2025 pada Rabu, 15 Oktober 2025. Prof Dante mengungkap bahwa dunia telah mengalami pergeseran beban penyakit yang signifikan terlebih PTM mendominasi penyebab utama kematian.

Prof. Dante menyampaikan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta yang berorientasi pada kualitas adalah kunci meningkatkan derajat kesehatan nasional.

Senada dengan itu, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS, mengungkapkan lebih dari 60 persen rumah sakit di Indonesia dikelola oleh sektor swasta. Peran aktif sektor swasta tentu memiliki peran penting dalam menekan laju penyakit tidak menular sekaligus membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan di Indonesia.

Dalam upaya memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan inklusif dan berkualitas bagi masyarakat, Primaya Hospital Group menyelenggarakan Primaya Fair 2025 yang berlangsung pada 15–19 Oktober 2025 di Main Atrium, Mall of Indonesia, Jakarta. Acara tersebut merupakan pameran kesehatan secara mandiri dengan pendekatan holistik, edukatif, dan partisipatif sekaligus rangkaian perayaan ulang tahun Primaya Hospital Group yang ke-19.

Pameran Kesehatan

Pameran Kesehatan

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, terutama jantung, kanker, diabetes, dan ginjal. Ajang edukasi kesehatan ini dikemas secara interaktif dan menyenangkan, dengan adanya Free Mini Medical Check Up, Welcome Drink, serta beragam Exclusive Merchandise bagi para pengunjung. 

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan aktif menjaga kesehatannya, karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tutur CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Prof. Dante mengapresiasi Primaya Hospital Group yang telah menjadi mitra dalam memperkuat layanan kesehatan nasional atas kontribusi dan dedikasinya menyelenggarakan kegiatan edukatif di ruang publik. Di mana turut mendukung terwujudnya visi besar masyarakat indonesia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya saing di tingkat global. 

"Bukti nyata kolaborasi dan komitmen dalam mendukung promosi kesehatan dan membangun kesadaran akan pentingnya hidup sehat," kata Prof. Dante. 

Primaya Fair 2025 menghadirkan rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis, sesi health talk bersama para dokter spesialis, serta pameran produk dan layanan dari berbagai Center of Excellence Primaya. Tidak tanggung-tanggung, empat dari sepuluh anak usaha Primaya juga turut hadir. 

Mulai dari Smart Fertility Clinic yang menawarkan layanan fertilitas secara holistik, EyeQu Lasik & Eye Center yang merupakan pusat pelayanan kesehatan mata komprehensif, Kavacare yang memberikan layanan dan jasa professional home care, serta Westerindo yang merupakan laboratorium dan klinik andal, prima, dan berkualitas. 

Menurut dokter Bambang, pameran yang diselenggarakan rumah sakit swasta ini merupakan terobosan penting. Di mana menunjukkan rumah sakit dapat berperan aktif, baik dalam layanan kuratif maupun juga promotif dan preventif.