Top 5+ Tips Persiapan Kesehatan dan Mental Selama Bulan Puasa
Menjalani puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Tubuh juga perlu dijaga agar tetap sehat di tengah perubahan pola makan, minum, dan tidur.
Menjelang bulan Ramadan, Board of Medical Excellence Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, menyampaikan bahwa puasa seharusnya menjadi momen perbaikan pola hidup yang memerlukan kesiapan mental.
“Bulan puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus saja, tapi juga menyiapkan mental dan kesehatan tubuh,” ujar dr. Irwan dalam acara Halodoc Talks di Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, menjaga kesehatan selama puasa membutuhkan perhatian pada beberapa aspek penting yang saling berkaitan.
5 tips menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa
1. Siapkan mental agar tubuh tidak ikut stres
Dokter Irwan menilai, kesiapan mental menjadi langkah pertama yang sering diabaikan saat memasuki Ramadan. Padahal, mental yang tidak siap dapat memicu stres dan berdampak langsung pada kondisi fisik.
“Kalau mentalnya enggak siap, nanti yang ada bukan ibadah, malah stres,” ujar dr. Irwan.
Ia menjelaskan bahwa stres membuat tubuh lebih mudah lelah, sulit tidur, dan rentan mengalami gangguan pencernaan. Maka dari itu, puasa sebaiknya dipandang sebagai proses yang dijalani dengan kesadaran, bukan sebagai beban.
Dengan mental yang lebih tenang, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan rutinitas.
2. Atur pola makan saat berbuka
Menurut dr. Irwan, kesalahan paling umum saat puasa terjadi pada waktu berbuka. Banyak orang cenderung mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dan minuman tinggi gula.
“Berbuka pakai kolak, habis itu es teler, terus makan berat, minumnya es teh manis. Kalau dicek, gula darahnya bisa melonjak,” katanya.
Lonjakan gula darah tersebut dapat memicu rasa lemas, kantuk berlebihan, hingga gangguan metabolik bila terjadi berulang.
Dokter Irwan menyarankan agar berbuka dilakukan secara bertahap, dengan porsi yang lebih terkontrol agar tubuh tidak bekerja terlalu berat dalam waktu singkat.
3. Jaga pola tidur tetap seimbang
Perubahan jam tidur selama Ramadan membuat tubuh mudah kehilangan ritme istirahat. Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga menurunkan daya tahan tubuh.
Adapun dr. Irwan menilai, tidur cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan selama puasa.
Menurutnya, tubuh memerlukan waktu tidur untuk melakukan pemulihan dan menjaga kestabilan hormon. Ketika waktu tidur terganggu, proses perbaikan sel tidak berjalan optimal dan tubuh lebih mudah jatuh sakit.
“Lebih bijak lagi untuk mengatur pola tidur jangan misalnya bulan puasa tidur malam, sementara jam dua, jam tiga dia harus bangun lagi,” saran dr. Irwan.
4. Bijak memilih makanan selama puasa
Selain jumlah makanan, perhatikan kualitas makanan. Pemilihan menu yang seimbang membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan selama puasa. Jangan hanya fokus pada makanan tinggi karbohidrat dan gula, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi secara menyeluruh.
“Pada saat kita mau buka pun juga buka puasa itu jangan banyak minum, ataupun makan yang manis-manis. Saya bilang jangan banyak-banyak, bukan enggak boleh,” ucap dr. Irwan.
Menurut dr. Irwan, makanan yang lebih seimbang membantu tubuh tetap bertenaga tanpa memicu lonjakan gula darah atau gangguan pencernaan.
5. Jadikan puasa sebagai proses perawatan tubuh
Adapun dr. Irwan menilai, puasa memiliki manfaat besar bagi tubuh karena menjadi momen pembersihan alami.
Ia menjelaskan bahwa dalam istilah modern, proses ini sering disebut sebagai detoksifikasi, yaitu membantu tubuh membuang zat sisa metabolisme dan memperbarui sel.
“Puasa itu salah satu proses membersihkan racun-racun dalam tubuh,” ujar dr. Irwan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang