Daftar 24 Perusahaan di Cikande yang Terpapar Zat Radioaktif Cs-137

Sebanyak 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Serang, Banten, dilaporkan telah terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor industri peleburan logam, pengelolaan limbah B3, hingga industri makanan dan manufaktur.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Senin (10/11/2025).
"Hasil pemeriksaan dan pemetaan yang sudah dilakukan di Kawasan Industri Cikande menunjukkan ada tiga industri makanan yang memiliki paparan radiasi Cesium-137 dengan laju dosis antara 1,6 hingga 152 mikro sievert per jam," ujarnya.
Paparan radiasi Cs-137 juga ditemukan pada tiga industri pengelolaan limbah B3 dengan tingkat paparan antara 0,24 sampai 0,4 mikro sievert per jam, serta 15 industri peleburan logam dengan tingkat radiasi mencapai 700 mikro sievert per jam.
Tak hanya itu, enam lokasi timbunan di kawasan industri tersebut juga terdeteksi memiliki paparan hingga 10.000 mikro sievert per jam, level yang dikategorikan sangat berbahaya.
“Tim satgas dalam hal ini Kemenko Pangan sebagai Ketua Satgas menetapkan Kawasan Industri MCIE sebagai kejadian berupa insiden serius" papar Setia.
Daftar 24 Perusahaan yang Terpapar Radioaktif Cs-137
Berikut daftar 24 perusahaan yang dilaporkan terpapar radioaktif Cs-137 di Cikande:
- PT Bahari Makmur Sejati
- PT Nikomas Gemilang
- PT Citra Baru Steel
- PT Valero Metals Jaya
- PT Universal Eco Pacific
- PT Sinta Baja Jaya
- PT Crown Steel
- PT Sentosa Harmony Steel (d/h PT Hwa Hok Steel)
- PT Vita Prodana Mandiri
- PT Kanemory/Food Service
- PT Charoen Pokphand Indonesia
- PT Peter Metal Technology
- PT Growth Nusantara Industry
- PT Asa Bintang Pratama
- PT Cahaya Logam Cipta Murni
- PT Ediral Tritunggal Perkasa
- PT Ever Loyal Copper
- PT Hightech Grand Indonesia
- PT Jongka Indonesia
- PT Kabatama Raya
- PT New Asia Pacific Copper Indonesia
- PT O.M. Indonesia
- PT Zhongtian Metal Indonesia
- PT Luckione Environment Science Indonesia.
Apa Itu Cs-137?
Cs-137 adalah isotop radioaktif hasil fisi nuklir. Unsur ini sering muncul sebagai produk samping dari aktivitas reaktor nuklir maupun uji coba senjata nuklir.
Cesium-137 memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun. Artinya, butuh puluhan tahun bagi zat ini untuk berkurang setengah dari tingkat radioaktivitasnya.
Karena sifatnya yang bertahan lama, cesium-137 bisa mencemari tanah, air, hingga rantai makanan.
Zat ini sangat berbahaya karena bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Radiasi yang dipancarkan dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh secara perlahan.
Pencemaran radioaktif merupakan bentuk pencemaran lingkungan yang terjadi ketika zat radioaktif masuk ke udara, tanah, maupun air.
Berbeda dengan pencemaran lain yang bisa dipulihkan dalam waktu singkat, pencemaran radioaktif membutuhkan teknologi tinggi dan waktu sangat lama untuk dipulihkan.
Zat radioaktif seperti uranium, plutonium, iodine-131, strontium-90, hingga cesium-137 bersifat tidak stabil. Zat ini memancarkan radiasi berbahaya yang dapat merusak sel hidup.
Sumber pencemaran radioaktif biasanya berasal dari kecelakaan nuklir, uji coba senjata nuklir, hingga pembuangan limbah radioaktif yang tidak aman.
Dampak Paparan Cs-137 bagi Manusia dan Lingkungan
Paparan radiasi cesium-137 pada tingkat tinggi bisa menimbulkan sindrom radiasi akut (Acute Radiation Syndrome/ARS). Gejalanya antara lain mual, muntah, diare, pusing, hingga berujung kematian.
Dalam jangka panjang, cesium-137 meningkatkan risiko kanker, terutama kanker tiroid, leukemia, dan kanker paru-paru.
Selain itu, radiasi juga dapat menimbulkan gangguan pada organ reproduksi, kelainan genetik, hingga kerusakan sistem saraf.
Anak-anak dan ibu hamil termasuk kelompok yang paling rentan karena sel tubuh mereka lebih sensitif terhadap mutasi genetik.
Ketika cesium-137 masuk ke lingkungan, dampaknya bisa berlangsung dalam jangka panjang. Tanah yang tercemar akan kehilangan kesuburan karena radioaktivitas dapat merusak struktur ekosistem.
Air yang terkontaminasi juga berbahaya bagi biota akuatik. Radiasi dapat menyebabkan kematian organisme kecil, memicu mutasi genetik pada ikan, serta mengganggu keseimbangan rantai makanan.
Dalam kasus ekstrem, pencemaran radioaktif bisa menyebabkan terbentuknya “zona mati” atau wilayah yang tidak layak huni selama puluhan tahun.
Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "" dan "Apa itu Radioaktif Cesium-137 dan Bahayanya bagi Manusia?"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.