Daftar Raksasa Teknologi Ini Lakukan PHK Massal di 2025 Gara-Gara AI, Bukan Cuma Microsoft dan Intel!
Tahun 2025 menjadi masa penuh gejolak bagi industri teknologi global. Bukan hanya karena faktor ekonomi, gelombang PHK massal yang melanda sektor teknologi tahun ini justru banyak disebabkan oleh adopsi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi.
Perusahaan-perusahaan besar kini semakin agresif menghapus peran yang bisa digantikan oleh teknologi. Hingga saat ini, lebih dari 80.000 karyawan teknologi dari 176 perusahaan terkena dampak PHK.
Nama-nama besar seperti Amazon, Microsoft, Meta, hingga Oracle masuk dalam daftar perusahaan yang memangkas ribuan pekerja. Sementara itu, sebagian perusahaan lain seperti Google memilih pendekatan berbeda dengan melatih ulang pegawainya agar lebih produktif menggunakan fitur AI.
Berikut rangkuman perusahaan teknologi besar yang melakukan PHK massal sepanjang 2025, seperti dirangkum dari Financial Express, Selasa, 9 September 2025.
Intel Corporation
1. Microsoft
Microsoft telah memangkas lebih dari 15.000 karyawan sepanjang 2025. Pemangkasan dilakukan dalam beberapa gelombang, termasuk 6.000 karyawan pada Mei dan 9.000 karyawan pada Juli. Posisi yang terdampak meliputi produk, rekayasa, penjualan, pemasaran, hingga divisi Xbox.
2. Meta
Meta mengumumkan PHK lebih dari 3.000 karyawan pada Februari, dengan fokus pada pegawai yang dianggap tidak memenuhi standar kinerja. CEO Mark Zuckerberg menekankan perlunya meningkatkan standar kinerja pegawai di era AI. Di sisi lain, Meta justru membuka banyak lowongan baru di Meta Superintelligence Labs dengan menawarkan paket gaji fantastis bagi talenta AI.
3. Oracle
Oracle terus melanjutkan kampanye PHK agresif di seluruh dunia. Gelombang terbaru berdampak pada sedikitnya 254 karyawan di San Francisco Bay Area dan tambahan 101 pekerjaan di Seattle. PHK juga terjadi di India, Kanada, AS, dan Eropa. Perusahaan ini sedang meningkatkan investasi pada infrastruktur AI, terutama di divisi cloud.
4. Amazon
Amazon melakukan ratusan pemangkasan di unit Amazon Web Services (AWS), divisi buku dan perangkat, serta Wondery podcast. CEO Andy Jassy memperingatkan bahwa dengan meningkatnya adopsi AI generatif, kebutuhan tenaga kerja akan berkurang. Posisi yang banyak terdampak termasuk layanan pelanggan, pengembangan perangkat lunak, manajemen menengah, dan administrasi.
5. Salesforce
Salesforce memangkas 4.000 karyawan dari divisi layanan pelanggan, mengurangi jumlah staf dari 9.000 menjadi 5.000. Strategi ini sejalan dengan fokus perusahaan pada AI, di mana agen AI kini menangani sekitar satu juta percakapan pelanggan. Salesforce mengklaim bahwa AI dapat meningkatkan otomatisasi dan efisiensi.
6. Intel
Intel berencana memangkas lebih dari 5.500 pekerjaan di AS sebagai bagian dari target mengurangi sekitar 25.000 pekerja secara global hingga akhir 2025. Chipmaker ini menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping dan gesit.
7. Tata Consultancy Services (TCS)
TCS, perusahaan layanan IT terbesar India, mengumumkan rencana PHK sekitar 12.000 karyawan global pada tahun fiskal 2025–2026, setara 2% dari total tenaga kerja. PHK terutama menyasar karyawan level menengah dan senior. TCS menegaskan langkah ini bukan sekadar efisiensi biaya, melainkan untuk menyesuaikan keterampilan dengan perubahan teknologi. TCS berjanji memberikan pesangon, bantuan penempatan kerja, dan program peningkatan keterampilan.
8. Block
Perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block, akan memangkas hampir 1.000 karyawan. Ini merupakan pengurangan tenaga kerja besar kedua dalam kurun waktu satu tahun. Pemangkasan diumumkan pada Maret melalui inisiatif “Smaller Block” sebagai bagian dari penyesuaian prioritas perusahaan.
9. Crowdstrike
Crowdstrike mengumumkan rencana memangkas sekitar 500 posisi atau 5% dari total tenaga kerjanya. Tujuan pemangkasan adalah menyederhanakan operasi dan menekan biaya. Perusahaan memperkirakan biaya terkait PHK mencapai antara US$36 juta hingga US$53 juta (sekitar Rp590 miliar – Rp870 miliar).
Gelombang PHK besar-besaran ini menunjukkan bahwa era otomatisasi dan AI benar-benar mengubah wajah industri teknologi. Perusahaan-perusahaan tidak hanya melakukan efisiensi biaya, tetapi juga mengubah strategi bisnis secara fundamental.
Sementara sebagian perusahaan merumahkan ribuan pegawai, sebagian lainnya berusaha menyesuaikan diri dengan cara melatih ulang tenaga kerja agar siap menghadapi masa depan yang digerakkan AI.