Teknologi Ini Diramal Jadi 'Mesin Uang' Baru 2030, Ada EV hingga AI Logistik
Perkembangan teknologi transportasi terus bergerak menuju sistem yang lebih terintegrasi dan otomatis. Beberapa teknologi di bidang transportasi seperti kendaraan listrik (EV), drone untuk kebutuhan logistik, serta pemanfaatan kecerdasan buatan, diprediksi menjadi pendorong ekonomi baru menjelang 2030.
Isu ini juga menjadi fokus pembahasan dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025, forum transportasi yang berlangsung pada 26–27 November 2025 di Jakarta.
IITS 2025 merupakan kerja sama Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Republik Indonesia. Forum ini mengusung tema “The Global South Mobility Atlas” dan digelar sebagai wadah pertukaran pandangan terkait kebijakan, inovasi teknologi, dan arah pengembangan sistem transportasi cerdas di kawasan Global South.
Penyelenggaraan ini juga melanjutkan momentum dari Jakarta Declaration on Sustainable and Intelligent Urban Mobility yang dirilis pada ITS Asia Pacific Forum 2024.
Acara tersebut dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh regional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; Sekretaris Jenderal ITS Asia-Pacific, Akio Yamamoto; serta Wali Kota Gangneung, Korea Selatan, Hong-Kyu Kim. Para peserta terdiri dari regulator, pelaku industri, lembaga keuangan, penyedia teknologi, hingga peneliti dan organisasi internasional.
Presiden ITS Indonesia, William P Sabandar, mengatakan, transportasi merupakan aspek penting dalam pembangunan ekonomi. “Sistem transportasi merupakan fondasi pembangunan nasional, dimana ekonomi modern ditandai oleh ekosistem transportasi terpadu yang memadukan infrastruktur yang kuat, layanan yang efisien, dan teknologi mutakhir," ujarnya di The Tribrata, Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
Penyelenggaraan IITS 2025
Ia menjelaskan, transportasi publik yang andal juga menjadi salah satu indikator kemajuan negara-negara di kawasan Global South. "Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempercepat transformasi transportasinya untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan sosial, di mana Intelligent Transport Systems berperan penting," sambungnya.
Diskusi dalam konferensi tersebut diproyeksikan menyoroti teknologi yang kini berkembang pesat di sejumlah negara, termasuk EV, kendaraan otonom, drone untuk distribusi barang, hingga penerapan AI dalam manajemen logistik.
Teknologi-teknologi tersebut dinilai dapat memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama bagi negara dengan kebutuhan mobilitas tinggi dan struktur geografis kompleks seperti Indonesia.
Selain isu teknologi, forum ini juga mencakup pembahasan mengenai regulasi, tata kelola, model pembiayaan, serta peluang investasi yang berkaitan dengan pengembangan transportasi cerdas. Di Indonesia, integrasi antar moda yakni darat, laut, udara, dan logistik, dianggap menjadi tantangan yang terus dibahas, terutama mengingat kebutuhan peningkatan konektivitas antarwilayah.
Penyelenggara memperkirakan lebih dari 500 peserta akan hadir dalam kegiatan dua hari tersebut. Selain sesi diskusi, acara juga mencakup peluang pertemuan bisnis dan pameran yang menampilkan sejumlah inovasi mobilitas dari berbagai pelaku industri.
ITS Indonesia selaku penyelenggara merupakan organisasi nirlaba yang beranggotakan unsur pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Organisasi ini memiliki fokus pada pengembangan dan implementasi Intelligent Transport Systems di Indonesia, termasuk pada aspek mobilitas berbasis teknologi dan digitalisasi sistem transportasi.
"Melalui IITS 2025, kami berusaha memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan memajukan masa depan mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan terhubung,” kata William.
Melalui perkembangan teknologi yang semakin cepat, pembahasan mengenai EV, drone logistik, dan AI dalam mobilitas diperkirakan akan terus menjadi perhatian dalam agenda kebijakan dan industri, khususnya menjelang 2030 ketika kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan transportasi diprediksi meningkat.