Perpaduan Teh dan Jahe Bisa Turunkan Berat Badan Secara Signifikan?

teh jahe
teh jahe

Ada berbagai jenis minuman yang disebut-sebut bisa membantu menurunkan berat badan. Selain teh hijau, teh jahe juga disebut dapat membantu menurunkan berat badan. Namun seberapa besar pengaruh konsumsi teh jahe terhadap penurunan berat badan seseorang?

Dalam sebuah tinjauan dan meta-analisis yang dipublikasikan di National Library of Medicine, konsumsi jahe terbukti bisa menurunkan berat badan, rasio lingkar pinggang terhadap pinggul, kadar gula darah puasa, serta indeks resistensi insulin.

Analisis yang menggabungkan 14 studi dengan total 473 partisipan menunjukkan efek jahe yang cukup positif pada indikator berat badan walau bukan sesuatu yang dramatis. Meski begitu, penurunan berat badan yang dianggap ’signifikan’ tetap menjadi poin penting. Jadi, kalau lain kali kamu membuat teh, tidak ada salahnya menambahkan sedikit jahe. Selain menambah rasa, manfaat kesehatannya juga lumayan.

Meski manfaat jahe untuk menurunkan berat badan belum sepenuhnya terbukti, ada banyak manfaat kesehatan lain yang membuatnya jadi bahan wajib di dapur Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Mengutip Medical News Today, jahe dapat membantu melancarkan pencernaan, meredakan mual dan muntah, serta membantu mencegah kondisi seperti radang sendi, peradangan, dan beberapa jenis infeksi. Ada juga kemungkinan jahe dapat menurunkan risiko diabetes dan kanker.

Secara keseluruhan, jahe mengandung antioksidan serta nutrisi seperti kalium, fosfor, dan magnesium. Meski tidak bisa menjadi satu-satunya sumber mineral harian, jahe tetap bisa menjadi pelengkap nutrisi yang baik.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikan berbagai manfaat yang selama ini dikaitkan dengan jahe, termasuk efeknya dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, perlu diketahui juga bahwa konsumsi jahe dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), dan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar insulin, indeks massa tubuh (BMI), trigliserida, maupun kolesterol total dan LDL. Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi jahe secara bijaksana.

Catatan untuk pembaca: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dapat menggantikan saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Jika memiliki keluhan atau pertanyaan terkait kondisi kesehatan, selalu konsultasikan dengan dokter.