Tren Wisata “Hidup Seperti Warga Lokal” Naik Daun, China Jadi Favorit Turis

China, turis, Tren Wisata “Hidup Seperti Warga Lokal” Naik Daun, China Jadi Favorit Turis

Liburan ke luar negeri kini tak lagi hanya soal mengunjungi landmark terkenal atau berfoto di destinasi ikonik. Semakin banyak pelancong yang mencari pengalaman lebih personal, seperti merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Tren ini terlihat jelas di China, yang kini menawarkan pengalaman wisata berbeda bagi wisatawan mancanegara.

alih sekadar mengunjungi Tembok Besar atau pusat perbelanjaan modern, wisatawan kini tertarik mencoba aktivitas yang lebih dekat dengan kehidupan lokal.

Mulai dari menikmati pemandian 24 jam, mencicipi hotpot larut malam, hingga merasakan layanan pengobatan tradisional China menjadi bagian dari pengalaman yang dicari.

Tren "becoming Chinese"

Melansir Antara, Senin (3/5/2026), tren “hidup seperti warga lokal” atau living like a local menjadi salah satu faktor utama meningkatnya daya tarik wisata China di mata turis internasional.

Bahkan, istilah “becoming Chinese” kini populer di media sosial luar negeri untuk menggambarkan pengalaman tersebut.

Fenomena ini turut mendorong lonjakan perjalanan lintas negara. Administrasi Imigrasi Nasional China mencatat arus penumpang inbound dan outbound selama libur Hari Buruh diperkirakan mencapai rata-rata 2,25 juta orang, dengan puncaknya lebih dari 2,4 juta dalam satu hari.

Sepanjang tahun ini, Beijing sendiri mencatat lebih dari 2,28 juta pergerakan wisatawan asing, meningkat 34 persen secara tahunan.

China, turis, Tren Wisata “Hidup Seperti Warga Lokal” Naik Daun, China Jadi Favorit Turis

Turis China dan luar negeri menikmati pemandangan distrik keuangan Pudong di Shanghai pada 29 Oktober 2013. China mulai 17 Februari 2026 membebaskan visa bagi pendatang dari Inggris dan Kanada, berlaku hingga 31 Desember 2026.

Presiden Akademi Pariwisata China, Dai Bin, menyebut perubahan pola wisata ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak lagi puas dengan pengalaman permukaan. Mereka ingin memahami budaya, rutinitas, hingga gaya hidup masyarakat lokal secara lebih mendalam.

Tren tersebut juga didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah China, seperti perluasan akses bebas visa ke puluhan negara serta kemudahan layanan pembayaran dan pengembalian pajak. Selain itu, skema transit bebas visa hingga 240 jam bagi wisatawan dari 55 negara turut memperkuat daya tarik destinasi ini.

Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata China menunjukkan pertumbuhan signifikan. Laporan Bloomberg yang mengutip World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebutkan ekonomi pariwisata China tumbuh 9,9 persen pada tahun lalu, lebih dari dua kali rata-rata global.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pengeluaran wisatawan asing yang mencapai lebih dari 10 persen pada 2025.

Menariknya, wisatawan kini juga mulai menjelajahi kota-kota di luar pusat metropolitan. Destinasi di kota tingkat kedua dan ketiga hingga kawasan dengan karakter unik semakin diminati karena menawarkan pengalaman yang lebih autentik.

Contoh nyata dari tren ini adalah popularitas spa 24 jam di China yang viral di platform seperti TikTok dan YouTube. Aktivitas sederhana seperti bersantai, mengenakan piyama, hingga menikmati makanan lokal di tempat tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dianggap “lebih nyata”.

Tren “hidup seperti warga lokal” menunjukkan perubahan cara pandang wisatawan dalam menikmati perjalanan. Bukan lagi sekadar melihat tempat baru, tetapi juga merasakan kehidupan di dalamnya.

Dengan pendekatan ini, China berhasil menghadirkan pengalaman wisata yang lebih mendalam dan berkesan bagi para pelancong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang