BMKG Prediksi Bandung Raya Berawan dan Hujan Lokal Pekan Ini, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca sepekan ke depan untuk wilayah Bandung Raya akan bersifat dinamis.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa anomali suhu permukaan air laut di perairan Jawa Barat (Jabar) masih cukup hangat. Kondisi ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di skala lokal.
“Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model, cuaca di wilayah Jabar sepekan ke depan umumnya cerah berawan hingga berawan dan berpotensi hujan. Hujan dapat turun dengan intensitas ringan sampai lebat antara siang dan sore hari pada skala lokal,” kata Rahayu, Selasa (30/9/2025).
Rahayu menjelaskan, wilayah Bandung Raya masih dipengaruhi faktor lokal yang mendukung pembentukan awan konvektif.
“Kelembapan udara yang lembap pada lapisan 850 mb dan 700 mb di wilayah Bandung Raya berada di kisaran 50 hingga 90 persen,” ujarnya.
Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Cuaca di Wilayah Ini?
Dari analisis streamline, BMKG mencatat adanya dominasi angin timuran atau Monsun Australia yang memengaruhi wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Kondisi ini berpengaruh pada pola cuaca harian di kawasan tersebut.
Suhu minimum di Bandung Raya berada pada kisaran 18-20°C, sementara suhu maksimum berkisar antara 29,0-31,0°C.
“Catatan kami menunjukkan suhu udara minimum terendah selama September 2025 terjadi pada 7 September sebesar 18,4°C, dan suhu maksimum tertinggi pada 22 September yakni 33,3°C,” ujar Rahayu.
Selain itu, sebagian besar wilayah Jawa Barat bagian utara dan selatan telah memasuki musim hujan. BMKG memperkirakan awal musim hujan untuk wilayah utara terjadi pada September hingga Oktober 2025.
Bagaimana Prakiraan Cuaca Detail Sepekan ke Depan?
BMKG memperkirakan prospek cuaca di wilayah Jawa Barat sepekan ke depan akan berpotensi hujan ringan dengan suhu udara antara 17 hingga 33°C.
Kelembapan udara diperkirakan berkisar antara 55 hingga 95 persen, dengan kecepatan angin dari arah tenggara mencapai 5 hingga 30 km/jam.
Potensi hujan dengan intensitas lebat (50-100 mm per hari) diprediksi terjadi di sejumlah wilayah, yaitu:
- 30 September: Bogor, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
- 1 Oktober 2025: Bekasi, Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.
- 2 Oktober 2025: Garut, Kabupaten Sukabumi, dan Cianjur.
- 3 Oktober 2025: nihil.
- 4 Oktober 2025: nihil.
- 5 Oktober 2025: Cianjur dan Garut.
Apa Imbauan BMKG untuk Masyarakat?
Rahayu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat berlangsung dalam durasi singkat dan berskala lokal.
“Hujan tersebut bisa disertai petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari, yang dapat menimbulkan genangan, banjir, dan tanah longsor,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar segera mencari tempat aman jika terjadi cuaca buruk.
“Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang sangat dinamis, dengan pagi hari yang dingin, siang hari yang panas, dan malam hari yang berpotensi hujan,” kata Rahayu.
Dengan kondisi cuaca yang beragam ini, masyarakat di Bandung Raya diharapkan dapat merencanakan aktivitas harian dengan memperhatikan prakiraan cuaca terbaru dari BMKG guna menghindari risiko cuaca ekstrem.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Prakirakan Cuaca di Bandung Raya Sepekan ke Depan, Jabar Sudah Masuki Musim Hujan.