Kronologi Kecelakaan Maut Kereta Api Vs Avanza di Tebing Tinggi, Terseret 300 Meter, 9 Tewas

Tebing Tinggi, kecelakaan kereta api, Sumatera Utara, Kronologi Kecelakaan Maut Kereta Api Vs Avanza di Tebing Tinggi, Terseret 300 Meter, 9 Tewas, 1. Korban meninggal terdiri dari balita hingga lansia, 2. Mobil terseret sejauh 300 meter, 3. Masinis sudah bunyikan suling lokomotif, 4. Kerusakan sarana dan keterlambatan jadwal KA, 5. Lokasi rawan kecelakaan di perlintasan tanpa palang

Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara kereta api (KA) Sribilah Utama dan mobil Toyota Avanza di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, dipastikan bertambah.

Hingga Kamis (22/1/2026), total korban jiwa tercatat menjadi sembilan orang.

Insiden memilukan ini terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Firman Darmansyah mengonfirmasi bahwa seluruh korban meninggal dunia merupakan penumpang minibus Toyota Avanza tersebut.

"Delapan korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, berdasarkan informasi terbaru, korban tersebut juga dinyatakan meninggal dunia. Total korban meninggal dunia menjadi sembilan orang," ujar Firman saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).

5 fakta tragedi kecelakaan kereta api di tebing tinggi

Berikut adalah fakta-fakta mendalam terkait kecelakaan maut yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut:

1. Korban meninggal terdiri dari balita hingga lansia

Seluruh jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang untuk dimakamkan.

Berikut adalah daftar identitas sembilan korban tewas:

  1. Abdul Kadir Al Jaelani (42)
  2. Rizal (59)
  3. Daratul Laila (50)
  4. Risnawati (57)
  5. Asrah (80)
  6. Sri Devi (41)
  7. Zaitun (50)
  8. Muhammad Hafiz (6)
  9. Muhammad Rafkha Attaqih (2)

2. Mobil terseret sejauh 300 meter

Kombes Pol Firman menjelaskan betapa hebatnya benturan dalam kecelakaan kereta api tersebut. Mobil Toyota Avanza berwarna abu-abu dengan nomor polisi BK 1657 ABP itu terhantam telak dan terseret hingga ratusan meter dari titik benturan awal.

"Kecelakaan tersebut terjadi saat mobil berpenumpang sembilan orang tertabrak kereta, kemudian terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal kejadian," ungkap Firman.

3. Masinis sudah bunyikan suling lokomotif

Pihak PT KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini.

Plt Manajer Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa kru kereta api sudah menjalankan prosedur keselamatan sebelum melintas di lokasi.

"Kereta penumpang KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali. Namun, minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti," jelas Anwar.

4. Kerusakan sarana dan keterlambatan jadwal KA

Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya merusak kendaraan minibus, tetapi juga membuat lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan serius sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.

PT KAI terpaksa mengirimkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi.

"KA Sribilah Utama akhirnya diberangkatkan kembali menuju Medan pukul 19.56 WIB dan mengalami kelambatan 84 menit. KAI memohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut," tambah Anwar.

5. Lokasi rawan kecelakaan di perlintasan tanpa palang

Area Sektor V Jalan Abdul Hamid, lokasi terjadinya kecelakaan, dikenal warga sebagai lokasi rawan kecelakaan.

Minimnya penerangan, kondisi jalan yang menikung, dan tidak adanya palang pintu resmi disinyalir menjadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan di titik tersebut.

Berdasarkan catatan, lokasi ini pernah memakan korban pada 14 Januari 2024 dan 16 Desember 2020 dalam insiden serupa yang melibatkan kereta api.

Duka mendalam di rumah korban

Isak tangis pecah di rumah duka di Jalan Purwo, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Puluhan warga dan kerabat berkumpul menyambut kedatangan jenazah yang dibawa menggunakan iring-iringan ambulans dari RS Bhayangkara Tebing Tinggi.

Pihak Kepolisian dan PT KAI kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur kereta api.

"Harapan kami, musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan (menengok kanan-kiri) saat melintasi jalur kereta api," tutup Anwar.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas. com dengan Judul

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang