Kronologi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Kontainer Hajar Pikap, 2 Orang Tewas

Kecelakaan beruntun terjadi di tol Cipularang, tepatnya di km 93 B, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat pada Kamis (4/3/2026) sekitar pukul 20.18 WIB.
Kecelakaan yang melibatkan 10 kendaraan tersebut mengakibatkan setidaknya dua orang tewas dan empat lainnya mengalami luka berat.
Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta.
Akibat kecelakaan tersebut, ruas tol Cipularang lajur arah Jakarta sempat tidak dapat dilintasi akibat tertutup kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Kronologi kejadian
Menurut Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono, kecelakaan tersebut bermula ketika kendaraan kontainer bernopol B 9367 UE melaju dari arah Bandung menuju Jakarta pada lajur 1.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), terlihat ada kepadatan lalu lintas imbas dari dump truck yang mengalami gangguan.
"Kendaraan kontainer diduga mengalami gangguan pengereman lanjut menabrak pikap nopol B 9718 VAF sehingga terjadi laka beruntun," ujarnya dikutip dari Tribun, Kamis.
Dua korban jiwa dari kecelakaan di tol Cipularang tersebut diketahui merupakan pengemudi dan kernet pikap.
Sejauh ini, 10 kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi dan lalu lintas yang semula tidak dapat dilintasi sudah mulai terurai.
"Untuk penyelidikan laka lantas ditangani oleh lantas Purwakarta," katanya lagi.
Menurut Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola ruas tol Cipularang, jalur kembali lancar sekitar pukul 21.43 WIB.
Cerita korban selamat
Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan sembilan kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang KM 93B arah Bandung menuju Jakarta, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Kamis malam, (5/3/2026) sekitar pukul 20.18 WIB.
Salah satu korban selamat, Soleh Muslim mengatakan, kecelakaan terjadi saat arus kendaraan di tol tersebut tiba-tiba melambat hingga berhenti.
Tiba-tiba dari arah belakang meluncur sebuah truk kontainer dengan kecepatan tinggi yang kemudian menabrak kendaraan di depannya hingga memicu tabrakan beruntun.
Soleh mengaku awalnya kondisi perjalanan masih lancar.
"Pas sudah masuk tol tiba-tiba macet dan semua kendaraan berhenti. Mobil saya juga sudah berhenti tapi tiba-tiba dari belakang ada mobil yang menabrak," ujarnya dikutip Tribun, Kamis malam.
Soleh menambahkan, kendaraan yang ditumpanginya bahkan sempat terpental beberapa kali akibat kerasnya benturan dari belakang.
Saat kejadian, dia berada di dalam mobil bersama dua anggota keluarganya.
Beruntung, mereka berhasil selamat dari kecelakaan tersebut, meskipun kendaraan yang ditumpangi mengalami kerusakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang