Gavi Marah Besar Dro Fernadez ke PSG, Staf Pelatih Barcelona Jadi Sasaran
Germain (PSG) resmi memperkenalkan Dro Fernandez sebagai rekrutan baru mereka dari Barcelona pada Senin (26/1/2026).
Dro Fernandez sepakat bergabung dengan PSG setelah Barcelona menerima dana segar senilai 8,2 juta euro (Rp 163,2 miliar).
Sejumlah media Spanyol menyebut jika PSG membayar transfer sedikit di atas klausul pelepasan sang pemain yang bernilai enam juta euro.
Pemain berdarah Filipina itu dikontrak 4,5 tahun oleh Les Parisiens dan akan membela sang juara bertahan Ligue 1 hingga 2030 mendatang.
“Setelah hampir empat musim yang tak terlupakan, hari ini saya harus membuat salah satu keputusan paling sulit dalam hidup saya, yaitu mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah menjadi rumah saya dalam beberapa tahun terakhir,” tulis Dro Fernandez di Instagram pribadinya.
Kepergian Dro Fernandez ke PSG meninggalkan rasa kecewa bagi Barcelona yang mendidik sang pemain sejak di level akademi.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, menjelaskan bahwa sebelum transfer terjadi, Dro sebenarnya telah mencapai kesepakatan awal mengenai kontrak baru bersama Barcelona.
Gavi Marah Besar Dro Dilepas Barcelona
Gelandang muda Barcelona, Gavi dikenal sebagai sosok yang berani dan terbuka tentang perasaannya sejak debutnya di tim utama pada usia 16 tahun.
Belum lama ini, ia dikabarkan terlibat ketegangan dengan staf pelatih, seperti dilaporkan oleh Football Espana.
Saat ini, Gavi sedang dalam pemulihan setelah menjalani operasi pada meniskusnya dan diprediksi kembali bermain pada bulan Februari.
Belum sempat bermain lagi dengan Dro, kabar mengecewakan diterima usai kepergian talenta muda milik Barcelona itu ke Perancis.
Menurut laporan, Gavi tidak senang dengan kepergian Dro dan menyampaikan ketidakpuasannya kepada staf pelatih.
Pelatih kepala, Hansi Flick, juga merasa marah mengetahui keputusan Dro untuk pergi, namun Gavi melampiaskan titik didihnya kepada staf pelatih.
Gavi memberi tahu manajernya bahwa ia percaya Dro seharusnya mendapatkan lebih banyak peluang di tim utama, yang dapat meningkatkan kemungkinan mereka untuk mempertahankannya.
Sebagai contoh saat bermain di Copa del Rey melawan Guadalajara, Dro justru tidak mendapatkan kesempatan bermain.
Gavi dan Dro memiliki agen yang sama, Ivan de la Pena, namun yang paling membuatnya tidak senang adalah kehilangan rekan setim yang berbakat.
Pelatih Barcelona asal Jerman Hansi Flick bereaksi di laga Liga Spanyol antara Sevilla FC dan FC Barcelona di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Seville pada 5 Oktober 2025.
Hansi Flick Kecewa Berat
Hansi Flick merasa dikhianati oleh Dro yang lebih memilih hengkang ke PSG, meski telah didukung secara pribadi.
Pelatih Jerman ini tidak menyesali cara penanganannya, dan merasa telah memberikan cukup banyak kesempatan, termasuk mempromosikannya dari tim U-19 ke tim senior.
Laporan dari Sport mengatakan jika Hansi Flick mengetahui kabar hengkangnya Dro Fernanadez saat berada di pesawat usai membawa Barcelona menjuarai Piala Super Spanyol.
Pelatih asal Jerman itu sempat melontarkan pernyataan serius yang menggambarkan kekecewaan terbesarnya.
Setelah mendengar kabar tersebut, ia tidak lagi melibatkan Dro Fernandez di sesi latihan tim utama Blaugrana.
Hansi Flick menilai Barcelona telah kehilangan aset masa depannya mengingat sang pemain merupakan bagian dari proyek jangka panjang Blaugrana.
Joan Laporta Terkejut Kepindahan Dro Fernandez
Kekecewaan juga tergambar dari Joan Laporta saat Dro Fernandez hengkang ke PSG.
“Ini adalah situasi yang tidak menyenangkan,” tutur Laporta dalam wawancara dengan radio Catalunya menjelang kesepakatan Dro dengan PSG.
Menurutnya, Barcelona sebenarnya memiliki rencana lain tentang masa depan sang pemain. Bahkan Blaugrana juga sempat merencanakan perpanjangan kontrak.
“Hal itu mengejutkan karena kami telah sepakat mengenai solusi yang berbeda ketika ia genap berusia 18 tahun,” ujarnya.
Laporta terkejut saat pewakilan Dro justru menyampaikan kabar kurang menyenangkan karena sang pemain seakan mengkhianati kesepakatan.
“Secara mengejutkan, perwakilannya memberi tahu kami bahwa ia tidak bisa menepati apa yang telah kami sepakati,” tutur Laporta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang