Ratusan Warga Cilacap Terjangkit Chikungunya, Gejala Tak Hanya Nyeri Sendi

chikungunya, Cilacap, Ratusan Warga Cilacap Terjangkit Chikungunya, Gejala Tak Hanya Nyeri Sendi

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Cilacap melaporkan bahwa ratusan warga Cilacap terjangkit chikungunya dan sebagian harus menjalani perawatan medis.

Data Dinkes itu mencatat, hingga akhir Januari 2026, jumlah kasus chikungunya di wilayah ini telah mencapai 186 orang.

Kepala Dinkes KB Cilacap, Hasanuddin, mengatakan bahwa sebagian besar kasus chikungunya justru terkonsentrasi di wilayah perkotaan Cilacap.

“Rata-rata masyarakat yang terjangkit berada di wilayah kota, khususnya Kecamatan Cilacap Selatan seperti Kelurahan Cilacap, Tambakreja, Sidakaya, dan Gumilir,” ujar Hasanuddin, Jumat (30/1/2026), dilansir dari Tribun.

Kelurahan Sidakaya menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 30 kasus di RT 04 RW 10, 48 kasus di RW 15, serta 45 kasus di RT 03 RW 03.

Selain itu, tercatat ada 33 kasus chikungunya di Kelurahan Tambakreja, sementara 11 kasus ditemukan di Kelurahan Gumilir.

Penyebaran chikungunya juga masuk ke Kecamatan Kesugihan, tepatnya di Desa Menganti, dengan jumlah 11 kasus.

Di tengah merebaknya chikungunya, Kabupaten Cilacap juga dihadapkan pada kasus demam berdarah dengue (DBD) yang hingga kini mencapai 24 kasus.

Apa saja gejala chikungunya?

Dilansir dari (13/4/2025), menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), chikungunya adalah infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. 

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi di Afrika pada tahun 1952 dan sejak itu menyebar ke wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

Nama “chikungunya” berasal dari bahasa Makonde (Afrika Timur) yang berarti “berjalan membungkuk”, menggambarkan gaya jalan penderita yang cenderung membungkuk akibat nyeri sendi yang parah.

Dikutip dari laman CDC, penderita chikungunya akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Demam tinggi mendadak
  • Nyeri sendi yang parah, terutama di pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Nyeri otot
  • Pembengkakan sendi
  • Kelelahan

Pada sebagian penderita, terutama lansia dan penderita penyakit kronis, nyeri sendi bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Gejala biasanya muncul 3–7 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi.

Cara mencegah chikungunya

Dikutip dari laman Kemenkes, saat ini belum ada vaksin khusus untuk chikungunya.

Pencegahan utamanya hampir sama dengan pencegahan DBD, yaitu menghindari gigitan nyamuk, terutama di pagi dan sore hari.

Ini langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup rapat wadah air
  • Mengubur atau mendaur ulang barang bekas
  • Menggunakan kelambu dan obat nyamuk
  • Memasang kasa anti-nyamuk
  • Menabur larvasida (abate) di tempat air tergenang

“Jangan sampai ada genangan air bersih yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti di ember atau bak mandi, itu harus rutin dikuras,” saran Hasanuddin.

Ia juga mengingatkan, wadah air yang sudah tidak digunakan sebaiknya ditutup agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang