Gejala yang Dialami Nadin Amizah Sebelum Didiagnosis Spasmodic Dysphonia, dari Nada Fals hingga Leher Nyeri
Penyanyi Nadin Amizah angkat bicara soal perubahan besar yang ia rasakan pada suaranya dalam beberapa waktu terakhir. Bukan sekadar kelelahan atau masalah teknik vokal, kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan gangguan medis pada pita suara yang dikenal sebagai spasmodic dysphonia.
Melalui unggahan Instagram Story, Nadin membagikan proses emosional sekaligus fisik yang ia alami sebelum akhirnya mendapatkan diagnosis dari dokter. Ia mengaku sempat merasa cemas karena kemampuan bernyanyinya terasa menurun, padahal bernyanyi adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Nadin Amizah
“Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yg aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya,” ungkap Nadin dalam unggahannya yang dikutip dari Instagram @cakecaine pada Jumat, 9 Januari 2025.
Kabar ini justru membawa rasa lega tersendiri bagi Nadin. Ia menyadari bahwa perubahan yang selama ini ia rasakan bukan sekadar perasaan atau overthinking, melainkan sinyal dari tubuh yang membutuhkan perhatian serius.
“Alhamdulillah, i wasn't imagining it, i wasn't just feeling it, i wasn't just ‘overthinking’, my body was indeed going through something and this is the time for me to care for it better than i have before,” lanjutnya.
Kondisi Pita Suara yang Berubah
Nadin juga menjelaskan kondisi pita suaranya secara rinci. Ia memperlihatkan bagaimana pita suaranya terlihat lurus dan kaku saat menutup dan menghasilkan suara. Meski masih bergetar, elastisitasnya tidak seperti sebelumnya.
“Ini pita suaraku saat menutup dan bersuara, lurus dan kaku. bergetar tapi ga lentur,” tulisnya.
Meski demikian, Nadin menegaskan bahwa ia tidak kehilangan kemampuan berbicara atau bernyanyi sepenuhnya. Namun, perubahan tersebut cukup signifikan hingga memengaruhi cara ia bernyanyi.
“It's not so bad sampe gabisa bersuara atau nyanyi sih, mash bisa, but enough to make a change in how i sing,” tambahnya.
Deretan Gejala yang Dialami
Sebelum mengetahui diagnosis spasmodic dysphonia, Nadin mengalami berbagai gejala yang mengganggu aktivitasnya sebagai penyanyi. Salah satu yang paling sering ia rasakan adalah nada yang mudah selip atau terdengar fals, meski lagu tersebut sebelumnya mudah ia bawakan.
Selain itu, lehernya cepat terasa pegal dan nyeri, bahkan hanya setelah bernyanyi sebentar. Kondisi ini tak hanya muncul saat bernyanyi, tetapi juga ketika berbicara terlalu lama.
“BAHKAN NGOMONG KELAMAAN AJA LEHER PEGER DAN SAKIT BGTT,” katanya.
Gejala lain yang tak kalah mengganggu adalah produksi air liur yang berlebihan saat bernyanyi, kesulitan menelan, serta penurunan jangkauan vokal. Nada-nada yang dulu bisa dicapai dengan mudah kini terasa berat dan hampir mustahil.
“Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya (nada yg biasanya gampang ditembak jadi susah/almost impossible),” katanya menambahkan.
Dampak Emosional bagi Nadin
Meski secara teknis masih bisa bernyanyi, kondisi ini memberi dampak emosional yang mendalam bagi Nadin. Ia menggambarkan betapa menyakitkannya ketika sesuatu yang dulu terasa alami kini berubah menjadi perjuangan.
“Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. tapi bayangin sesedih apa sesuatu yg biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yg berat, butuh effort, dan terutama yg paling mengganggu, bikin sakit,” tuturnya.
Kini, Nadin memilih untuk lebih mendengarkan tubuhnya dan memprioritaskan kesehatan. Pengakuannya ini pun mendapat banyak dukungan dari penggemar yang berharap ia bisa pulih dan kembali berkarya dengan nyaman.