Momen Prabowo Pamer Capaian MBG di WEF Davos: Kami Akan Lampaui McDonald's!

Presiden RI Prabowo Subianto di WEF 2026 Davos
Presiden RI Prabowo Subianto di WEF 2026 Davos

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keyakinan tinggi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia akan melampaui skala produksi salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar dunia, McDonalds (McD). Optimisme tersebut ia sampaikan saat berpidato dalam Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026.

Di hadapan para pemimpin negara, ekonom global, akademisi, dan praktisi dunia, Prabowo menegaskan bahwa investasi besar Indonesia pada MBG dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

"6 Januari 2025, kami memulai (MBG) dengan 190 dapur yang melayani 570.000 orang per hari, 570.000 porsi makanan per hari. Hari ini, dalam waktu satu tahun, jumlah dapur telah mencapai 21.102 unit, dan melayani (MBG) seluruh negeri. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 58,9 juta anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan orang lanjut usia (lansia) yang hidup sendiri. Mereka menerima makanan ini setiap hari," kata Presiden Prabowo saat memberikan pidato khusus (special address) dalam Annual Meeting Davos, WEF 2026, di Kota Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Program Makan Bergizi Gratis, Program Makan Siang Gratis

Dengan capaian tersebut, Prabowo secara lugas membandingkan skala MBG dengan McDonalds -- jaringan fast food AS, seraya menegaskan keyakinannya bahwa program nasional itu akan segera melampaui raksasa fast food global tersebut.

"Untuk memberi gambaran, dalam waktu sekitar sebulan lagi, kami akan melampaui McDonalds (dengan) 68 juta porsi per hari," ujarnya

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa McDonald’s memulai operasinya sejak 1940-an dan membutuhkan puluhan tahun untuk mencapai skala produksi tersebut. "Untuk mencapai 68 juta porsi per hari, mereka membutuhkan (waktu) sekitar 55 tahun," kata Prabowo.

Tidak berhenti pada target melampaui McDonald’s, Prabowo menyampaikan ambisi pemerintah untuk terus meningkatkan cakupan MBG hingga 82,9 juta porsi makanan bergizi gratis per hari pada akhir Desember 2026. Ia menambahkan, pemerintah bahkan optimistis target itu dapat dicapai lebih cepat.

"Jajaran pembantu saya mengatakan: Bapak, kita dapat mencapai angka 82,9 juta sebelum Desember. Jadi, saya harap, kami dapat mencapai target ini," tegasnya

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memaparkan dampak ekonomi dari program MBG yang menurutnya sangat signifikan. Program tersebut disebut telah membuka lebih dari 600.000 lapangan kerja baru serta memberikan sumber pendapatan baru bagi sekitar 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

"Di puncaknya nanti, kami optimistis ada 1,5 juta lapangan kerja baru yang terbentuk, dengan adanya vendor, supplier, akan ada lebih dari satu juta keluarga akan terbantu. Oleh karena itu, saya yakin pertumbuhan ekonomi kami akan tumbuh signifikan," kata Prabowo.

Pidato khusus Presiden Prabowo disampaikan di Congress Hall, lokasi utama pelaksanaan World Economic Forum 2026. Sejumlah pemimpin dunia lainnya juga tampil di panggung yang sama, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih turut hadir menyimak langsung pidato tersebut, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Hadir pula Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.