Prabowo Instruksikan Pembangunan Embung di IKN, Istana Ungkap Tujuannya
Presiden Prabowo Subianto memberikan koreksi dan masukan terkait pebangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menekankan pentingnya penambahan embung di IKN untuk menyeimbangkan iklim panas di Kalimantan Timur.
Menurut Prabowo, keberadaan embung juga penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prabowo Harap IKN Bisa Jadi Ibu Kota Politik mulai 2028
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Prabowo meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperhatikan fungsi dan desain kawasan IKN secara menyeluruh.
"Misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, misalnya penambahan embung-embung" kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).
Prasetyo menambahkan bahwa Prabowo telah meminta Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, untuk memastikan desain kawasan mampu mengantisipasi risiko karhutla.
Basuki juga sudah melaporkan adanya beberapa metode pemasangan sensor panas untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan di kawasan IKN.
Selain itu, Prabowo juga menekankan percepatan pembangunan fasilitas di IKN agar ibu kota politik ini bisa berfungsi sesuai target pada 2028.
Dalam kunjungannya ke IKN pada 12 Januari 2026, Prabowo sudah menerima pembaruan dari Ketua OIKN mengenai progres pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif.
"Tadi malam (12/1) Beliau (Presiden, red.) mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progress pembangunan Ibu Kota Nusantara kita," jelas Prasetyo.
"Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan apa namanya fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai tahun 2028," sambungnya.
Prabowo Beri Sinyal Pembanguan IKN Terus Berlanjut
Sebelumnya, Prabowo sudah mengunjungi IKN pada 12–13 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan IKN tetap berlanjut, terutama untuk mencapai target transformasi menjadi Ibu Kota Politik pada 2028.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa kehadiran Prabowo menepis keraguan publik terkait arah pembangunan ibu kota baru di masa pemerintahan saat ini.
"Kami sangat bersyukur atas perkenaan Bapak Presiden melakukan kunjungan kerja ke IKN. Kehadiran beliau memberikan semangat tambahan bagi kami untuk melaksanakan amanah pembangunan ini," ujar Basuki dikutip dari laman resmi OIKN, Kamis (15/1/2026).
Basuki menegaskan, kunjungan Presiden menjadi pesan jelas mengenai stabilitas proyek nasional ini.
Kehadiran Kepala Negara juga diharapkan memberi keyakinan bagi dunia usaha untuk mulai menanamkan investasi di Nusantara tanpa perlu menunda keputusan atau bersikap wait and see.
"Kami mengajak masyarakat dan investor untuk tidak ragu lagi atas kelanjutan dan percepatan pembangunan IKN. Komitmen pemerintah sangat jelas, yakni menuju Ibu Kota Politik pada 2028," tambah Basuki.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang