Benarkah Minum Matcha Bisa Sebabkan Anemia? Cek Faktanya di Sini!
Matcha semakin populer di seluruh dunia karena dikenal kaya antioksidan, memiliki manfaat menenangkan, serta diyakini mampu meningkatkan konsentrasi. Minuman asal Jepang ini bahkan sering disebut lebih unggul dibandingkan teh hijau biasa karena dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, sehingga kandungan katekin dan L-theanine lebih tinggi.
Namun, di balik tren sehat yang ditawarkan, muncul pertanyaan di kalangan pecinta teh, apakah matcha bisa menyebabkan anemia?
Isu ini bukan tanpa dasar. Beberapa penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa teh hijau, termasuk matcha, mengandung polifenol dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang banyak ditemukan pada makanan berbasis tumbuhan.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi atau rentan terhadap anemia, konsumsi matcha berlebihan mungkin memberi efek yang kurang baik. Mari kita bahas lebih dalam berdasarkan data ilmiah.
Matcha dan Kandungan yang Mempengaruhi Zat Besi
Matcha kaya akan antioksidan, terutama katekin. Senyawa ini bermanfaat dalam melawan radikal bebas, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga membantu menjaga metabolisme.
Namun, dalam konteks penyerapan zat besi, katekin dan tanin memiliki sifat yang bisa mengikat zat besi non-heme sehingga mengurangi penyerapannya di usus.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi teh hijau dapat menurunkan penyerapan zat besi non-heme dari makanan nabati. Efek ini terutama terjadi bila teh dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan waktu makan.
Studi Kasus tentang Teh Hijau dan Anemia
Kasus anemia akibat konsumsi teh hijau memang jarang, tetapi pernah dilaporkan. Misalnya, sebuah laporan di jurnal medis tahun 2024 mencatat kasus seorang wanita yang mengalami anemia defisiensi besi setelah rutin mengonsumsi teh hijau dalam jumlah sedang dalam jangka waktu pendek.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tidak umum, pengaruh teh hijau terhadap anemia bisa nyata pada individu tertentu yang rentan.
Selain itu, studi kecil di Jepang mengenai pasien anemia defisiensi besi yang sedang mengonsumsi suplemen menunjukkan hasil bervariasi. Sebagian pasien tidak terlalu terpengaruh, sementara yang lain mengalami penurunan efektivitas suplemen jika bersamaan dengan konsumsi teh hijau.
Artinya, efek matcha maupun teh hijau tidak bersifat universal, tetapi bisa signifikan pada kelompok tertentu.
Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?
Tidak semua orang akan mengalami anemia meski rutin mengonsumsi matcha. Namun, risiko lebih tinggi bisa terjadi pada kelompok berikut:
1. Vegetarian atau vegan, karena sumber zat besi mereka sebagian besar berasal dari tanaman (non-heme).
2. Wanita dengan menstruasi berat, yang membutuhkan asupan zat besi lebih banyak.
3. Ibu hamil dan menyusui, yang kebutuhan zat besinya meningkat.
4. Individu dengan riwayat anemia defisiensi besi, yang harus berhati-hati dengan asupan penghambat penyerapan zat besi.
Cara Aman Menikmati Matcha tanpa Takut Anemia
Meski ada risiko, bukan berarti Anda harus menghindari matcha sepenuhnya. Dengan strategi yang tepat, manfaat matcha tetap bisa dinikmati tanpa khawatir memicu anemia. Berikut tipsnya:
1. Jangan minum matcha bersamaan dengan makanan kaya zat besi. Sebaiknya beri jeda minimal 1-2 jam.
2. Kombinasikan dengan vitamin C. Konsumsi buah atau sayuran kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, atau paprika bersamaan dengan makanan kaya zat besi dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.
3. Batasi konsumsi. Minum matcha dalam jumlah wajar, misalnya 1-2 cangkir per hari, sudah cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan.
4. Perhatikan kondisi tubuh. Jika Anda memiliki gejala anemia seperti cepat lelah, pusing, atau kulit pucat, sebaiknya periksa kadar hemoglobin dan konsultasikan dengan tenaga medis.
5. Variasi sumber zat besi. Pastikan asupan berasal dari makanan hewani (heme iron) seperti daging merah, ayam, atau ikan, karena jenis ini tidak terlalu terpengaruh oleh konsumsi matcha.
Pertanyaan apakah matcha bisa menyebabkan anemia memiliki jawaban yang tidak hitam putih. Matcha memang mengandung polifenol dan tanin yang dapat mengurangi penyerapan zat besi non-heme.
Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa berkontribusi pada anemia defisiensi besi, terutama jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi pola makan bergizi seimbang. Namun, bagi orang sehat dengan asupan zat besi cukup, risiko ini relatif kecil.
Jadi, minum matcha dalam jumlah wajar tetap aman dan bermanfaat. Kuncinya adalah memperhatikan waktu konsumsi, mengombinasikan dengan sumber vitamin C, serta menjaga pola makan agar kebutuhan zat besi harian tetap terpenuhi.