Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kapolri: Ada Tulisan, Barang Bukti Serbuk, dan 96 Korban Luka

SMAN 72, polisi, ledakan SMAN 72 Jakarta, ledakan SMAN 72, Pelaku Ledakan SMAN 72, Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kapolri: Ada Tulisan, Barang Bukti Serbuk, dan 96 Korban Luka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihak kepolisian akan memeriksa serbuk peledak, catatan, dan jejak media sosial dari terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Tim saat ini juga tentunya terus melakukan pendalaman terkait dengan pasca-terjadinya ledakan kemarin di SMAN 72, ditemukan beberapa bukti pendukung,” ujar Jenderal Sigit usai menjenguk korban ledakan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).

Ia menambahkan, barang bukti yang dikumpulkan mencakup tulisan, serbuk yang diperkirakan bisa menimbulkan ledakan, catatan lain, serta pemeriksaan media sosial dan lingkungan keluarga pelaku.

“Ada tulisan, ada barang bukti serbuk yang diperkirakan bisa menimbulkan potensi terjadinya ledakan, catatan-catatan lain kita kumpulkan, termasuk juga kita melakukan pemeriksaan terhadap media sosial, lingkungan keluarga,” jelas Sigit.

KPAI soroti pengaruh media sosial

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, menyoroti potensi pengaruh media sosial terhadap terduga pelaku ledakan.

“Ternyata ada dugaan bahwa ada pengaruh konten di media sosial. Saya kira ini juga perlu menjadi atensi terutama Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) ya," kata dia.

"Mungkin butuh ada upaya sistem perlindungan yang lebih ketat lagi terkait dengan konten-konten negatif,” imbuhnya.

Kronologi ledakan SMAN 72 Jakarta

Diketahui, sebuah ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025) siang, saat berlangsungnya shalat Jumat.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum diketahui, dan terduga pelaku yang merupakan siswa setempat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

29 korban masih dirawat di Rumah Sakit

Kapolri Sigit mengungkapkan, dari total 96 korban luka, kini tersisa 29 orang yang masih mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit berbeda.

"Sehingga total yang masih dirawat ada kurang lebih 29 dari 96," kata Sigit, Sabtu (8/11/2025). Ia merinci, 14 korban dirawat di RS Islam Cempaka Putih, 14 di RS Yarsi, dan satu di RS Pertamina Jaya.

Untuk korban di RS Islam Cempaka Putih, dua orang berada di ICU dan 14 korban menjalani rawat inap. Sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

"Dan sisanya kemarin sudah bisa pulang dan mungkin juga dilaksanakan rawat jalan," ujar Sigit.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Polri Periksa Serbuk Peledak hingga Medsos Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.