Tiga Hari Bolak-Balik ke Gilimanuk, Ari Masih Mencari Kakaknya yang Hilang dalam Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
Di antara keluarga korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang mendatangi posko kemanusiaan di Gilimanuk, Bali, ada Ari Susanto (26) asal Banyuwangi, Jawa Timur.
Ia datang dengan harapan yang belum padam, untuk mencari kabar tentang kakaknya, Ahmad Rifai, yang hingga kini belum ditemukan pasca tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Selasa (2/7/2025).
Ahmad Rifai yang bekerja sebagai sopir travel jurusan Banyuwangi–Bali diketahui menumpang kapal naas tersebut.
Dilansir dari Tribun-Bali.com, Ari mengungkap bahwa pada hari kejadian, kakaknya tengah membawa enam penumpang yang berangkat dari Banyuwangi pada malam hari.
Sebelumnya, Ahmad sempat menelepon Ari pada Rabu siang untuk memberi tahu rencana keberangkatannya.
"Biasanya saat akan ke Bali dia selalu memberi kabar. Sebab saat di Bali, dia selalu singgah ke kost saya di Denpasar," ujar Ari.
Namun keesokan harinya, Kamis (3/7/2025), Ari mendengar kabar tentang insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Ia langsung mencoba menghubungi kakaknya, tetapi tidak ada jawaban.
Ari Mencari Kabar di Posko ASDP Gilimanuk
Ari kemudian mencari informasi lebih lanjut tentang penumpang kapal. Ia menemukan nama "Ahmad" dalam data manifest, namun data tersebut tidak lengkap.
Kendati demikian, nomor kendaraan yang tercatat sesuai dengan kendaraan yang dibawa kakaknya.
"Saya sempat cek data manifest ada nama kakak saya, cuma tidak lengkap. Hanya tertulis Ahmad saja. Tapi nomor kendaraannya benar, bahwa itu kendaraan yang dibawa kakak," katanya.
Sejak saat itu, Ari memutuskan untuk terus mendatangi Posko Kemanusiaan Bantuan Korban Kapal Tenggelam di Kantor ASDP Gilimanuk demi mencari kabar kakaknya.
Selama tiga hari, ia bolak-balik ke lokasi tersebut serta menyisir pesisir Pantai Pebuahan, tempat sebagian barang korban ditemukan.
"Tiga hari saya pergi-pulang ke sini, untuk memastikan kabar keberadaan kakak saya. Tapi belum ada hasil, kakak sampai hari ini belum ketemu," ucapnya lirih.
Barang Ditemukan, Harapan Masih Menyala
Di antara barang-barang yang dikumpulkan oleh tim posko, Ari menemukan satu tas yang dikenali sebagai milik kakaknya.
Barang tersebut ditemukan di perairan dan pesisir Pantai Pebuahan pada sekitar 3 dan 4 Juli 2025.
Di dalam tas itu terdapat selendang hijau, pakaian, deodoran, parfum, buku tabungan, serta dokumen pribadi seperti buku nikah dan kartu keluarga.
Ari membenarkan bahwa barang-barang tersebut memang milik Ahmad Rifai. Ia mengidentifikasi dari jenis tas hingga nama-nama yang tercantum dalam dokumen-dokumen di dalamnya.
Ahmad Rifai diketahui tinggal bersama keluarganya di Banyuwangi. Ia adalah ayah dari tiga anak. Hingga kini, Ari masih terus berharap agar kakaknya segera ditemukan.
"Saya harap kakak segera ditemukan. Bagaimanapun kondisinya, yang penting dan nomor satu kakak saya ketemu dulu. Harapan saya begitu," tuturnya.
Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Kedalaman 60 Meter
Sementar itu, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan melaporkan adanya temuan objek di dasar laut yang diduga merupakan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Temuan ini terjadi pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian, Sabtu (5/7/2025).
Objek tersebut terdeteksi berada pada kedalaman antara 40 hingga 60 meter di bawah permukaan laut.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, bentuk dan ukuran benda yang terlihat dari pemindaian bawah air memiliki panjang dan lebar yang mirip dengan spesifikasi KMP Tunu Pratama Jaya.
Meski demikian, pihak SAR menyatakan bahwa temuan ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Proses verifikasi akan dilakukan melalui beberapa tahapan untuk memastikan apakah objek tersebut benar-benar bangkai kapal yang tenggelam.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.35 WIB.
Saat kejadian, kapal diketahui membawa total 65 orang yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK), serta memuat 22 unit kendaraan.
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih berlangsung. Berdasarkan data terakhir, 30 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, enam orang dinyatakan meninggal dunia dan 29 orang lainnya masih hilang dan dalam pencarian.