Tim Atletik Indonesia Lampaui Target SEA Games 2025, Fokus Siapkan Atlet Menuju 2026
Tim Atletik Indonesia telah tiba di Indonesia setelah berjuang di SEA Games 2025 Thailand pada Rabu (17/12/2025) malam WIB via Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Emilia Nova dkk pulang ke Tanah Air dengan raihan 9 emas, 5 perak, dan 6 perunggu setelah melewati perlombaan selama enam hari di Suphachalasai Stadium pada 11-16 Desember 2025.
Pencapaian tersebut memang tak membuat Indonesia menjadi juara umum di SEA Games 2025.
Namun, prestasi Emilia Nova dkk tetap membanggakan lantaran melampaui target 7 medali emas yang sebelumnya ditetapkan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan Kemenpora.
Hasil ini merupakan peningkatan dari edisi SEA Games sebelumnya di mana Indonesia mengoleksi 7 emas, 3 perak, dan 9 perunggu.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, pun menyampaikan apresiasinya atas perjuangan seluruh atlet selama di Thailand.
"Pencapaian 9 medali emas ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan transformasi sistem pembinaan yang kita jalankan. Hasil ini membuktikan bahwa atletik Indonesia berada pada jalur yang benar menuju level Asia dan dunia,” ujar Luhut dalam keterangan resmi PB PASI di Jakarta, Rabu (17/12/2025)
Torehan 9 medali emas yang didapatkan oleh Indonesia selama bertanding di Negeri Gajah Putih salah satunya disumbang oleh Diva Renatta Jayadi (lompat galah putri) yang mencatatkan lompatan setinggi 4,35 m yang memecahkan rekor SEA Games.
Kemudian, emas juga diraih Dina Aulia dari nomor lari gawang putri dengan waktu 13,21 detik yang disusul oleh Emilia Nova di posisi kedua.
Lalu, ada pula Maria Natalia londa (lompat jangkit putri), Hendro (jalan cepat putra), Violine Intan (jalan cepat putri), Robi Syianturi (maraton putra), dan Odekta Elvina Naibaho (maraton putri).
Sukses keempat atlet tersebut menjadi sejarah tersendiri karena pertama kalinya bagi Indonesia mengawinkan emas di nomor jalan cepat dan maraton dalam satu edisi SEA Games.
Tak ketinggalan, Abdul Hafiz (lempar lembing putra) juga meraih emas dan mencatatkan rekornas baru dengan lemparan sejauh 72,82 meter.
Terakhir, Emilia Nova sukses berdiri di podium tertinggi dari nomor Sapta Lomba (Heptathlon) Putri.
Dengan total raihan 5.497 poin, Emilia tidak hanya membawa pulang medali emas tetapi juga sukses mempertajam Rekornas atas namanya sendiri (5.286 poin) yang dicatat pada SEA Games 2017.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenpora RI atas dukungan kebijakan dan anggaran, serta kepada MIND ID yang telah setia mendampingi perjalanan pembinaan atletik nasional. Sinergi ini adalah kunci keberhasilan kita di panggung dunia," ujar Luhut.
Agenda Atletik 2026
Memasuki tahun 2026, PB PASI akan langsung memfokuskan persiapan pada ajang internasional bergengsi, termasuk Asian Indoor Athletics Championships (Februari), Asian U20 Athletics Championships (Juli), dan Asian Games 2026 di Nagoya (September).
"Hasil ini membuktikan pola pembinaan kita di Pangalengan berjalan efektif. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. PB PASI akan langsung fokus mempersiapkan atlet untuk ajang internasional lainnya,” tutur Luhut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, menyampaikan agar para atlet terus mengasah diri agar tetap berprestasi di masa depan.
"Saya harap kalian tetap siaga dan tidak cepat puas karena kita harus mengejar prestasi yang lebih tinggi lagi," kata Tigor.
Hal itu diamini oleh Abdul Hafiz sebagai peraih medali emas di nomor lempar lembing putra. Dia menyatakan bakal fokus menatap Asian Games 2026.
"Saya mau mempertajam jarak lemparan saya. Kalau bisa mau jadi orang Indonesia pertama yang melempar di atas 80 meter," tutur Hafiz.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang