Ekonomi 9 Bulan Pertama Jelek, Purbaya Akui Target Penerimaan Pajak 2025 Meleset
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, target penerimaan pajak sebesar Rp 2.189 triliun yang termaktub dalam APBN 2025 tidak tercapai.
Sebagai catatan, penerimaan pajak per November 2025 lalu baru mencapai Rp 1.634,43 triliun atau 74,65 persen dari target, anjlok 3,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan pajak yang tidak memenuhi target itu diakuinya adalah akibat dari melambatnya perekonomian nasional, dalam kurun waktu 9 bulan pertama di tahun 2025 ini.
"Seperti yang Anda lihat sebelumnya, Pajak berada di bawah target yang (ada) di APBN," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Bahkan, dengan kondisi melambatnya ekonomi di 9 bulan pertama 2025 tersebut, Purbaya mengakui bahwa ada beberapa upaya penarikan pajak baru yang akhirnya ditunda oleh pihaknya.
"Karena ekonominya jelek di 9 bulan pertama tahun ini, ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus. Kan percuma kalau saya kerjakan juga, enggak akan masuk juga uangnya, malah memperburuk ekonomi," ujar Purbaya.
Purbaya juga memastikan bahwa kebijakannya sebagai Menkeu selama ini tidak membebani perekonomian. Sehingga, Dia pun mengaku optimis bahwa kondisi ekonomi di kuartal II-2026 nantinya akan semakin membaik.
"Jadi kita lakukan kebijakan counter-cyclical, yang secara enggak langsung dimana saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan. Sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus," kata Purbaya.
"Jadi saya yakin di akhir kuartal I-2026, sudah akan lebih jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat," ujarnya.