Setoran Pajak 2025 Diperkirakan Tak Capai Target, Purbaya Ungkap Biang Keroknya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, perlambatan ekonomi yang terjadi di Tanah Air telah membuat prediksi penerimaan pajak tahun ini, bakal meleset dari target sebesar Rp 2.189 triliun sebagaimana yang dicanangkan dalam APBN 2025.

Hal itu diutarakannya dalam acara Financial Forum 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

"Karena ekonominya lambat, ya (penerimaan pajak) di bawah target semula," kata Purbaya, Rabu, 3 Desember 2025.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Namun di sisi lain, Purbaya meyakini bahwa defisit APBN 2025 tidak akan melebihi batas aman, yakni maksimal 3 persen PDB sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

"Kita melakukan pengendalian-pengendalian supaya defisitnya tidak melebihi 3 persen. Jadi kita tidak akan melanggar (batas maksimum) defisit 3 persen untuk tahun ini," ujarnya.

Purbaya menjelaskan, melesetnya setoran pajak dari target APBN 2025 ini sebenarnya sudah diprediksi sejak jabatan Menkeu masih diduduki Sri Mulyani Indrawati. Hal itu bahkan tertuang dalam Laporan Semester I dan Prognosis Semester II pada pertengahan tahun lalu.

Kala itu, Kemenkeu telah memperkirakan bahwa penerimaan pajak 2025 hanya mencapai Rp 2.076,9 triliun, atau 94,9 persen dari target. Dimana sampai Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 1.459 triliun atau turun 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu, 26 November 2025 lalu, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Bimo Wijayanto menegaskan, pihaknya bakal terus berupaya mengumpulkan pajak melalui berbagai langkah strategis mulai dari penggalian potensi hingga penegakkan hukum.

"Saya dengan semua jajaran di sini terus berjuang. Kami akan menghabiskan bahan baku dari proses bisnis mulai dari penggalian potensi sampai penegakan hukum," ujarnya.