Ribuan Pekerja Bandara Korea Selatan Mogok Kerja, Apa Alasannya?

pekerja, mogok kerja, Bandara Incheon, bandara Korea Selatan, Ribuan Pekerja Bandara Korea Selatan Mogok Kerja, Apa Alasannya?, Pekerja menuntut gaji dan istirahat yang layak, Perubahan sistem shift, Menuntut penambahan karyawan, Tolak lembur selama libur Chuseok, Dampak mogok kerja

Sekitar 2.300 pekerja bandara di seluruh Korea Selatan melakukan mogok kerja sejak Rabu (1/10/2025), termasuk para pekerja yang berada di Bandara Internasional Incheon.

Terlebih, mogok kerja dilakukan ketika banyak warga Korea Selatan yang akan melakukan perjalanan untuk menikmati libur Chuseok di akhir pekan 11-12 Oktober 2025 ini.

Melansir Korea Times, pada tahun ini sekitar 2,45 juta orang diperkirakan akan menggunakan Bandara Incheon selama libur panjang hari hari besar tersebut, atau mencapai 223.000 per hari.

Namun, para pekerja di 15 bandara Korea Selatan termasuk yang berasal dari bagian sanitasi, pengaturan lalu lintas, keselamatan kebakaran, manajemen fasilitas mekanik, operasi terminal, pengaturan tempat parkir, hingga keamanan melakukan pemogokan selama dua hari atau sampai Kamis (2/10) ini.

Salah seorang perwakilan para pekerja menjelaskan akan terus melakukan pemogokan hingga mencapai kesepakatan dengan manajemen, seperti dikutip dari Reuters.

Bukan tanpa alasan mengapa para pekerja bandara melakukan pemogokan, apalagi ketika bandara akan menghadapi musim sibuk saat libur panjang peringatan hari besar.

Pekerja menuntut gaji dan istirahat yang layak

Salah seorang perwakilan Serikat Pekerja Layanan Publik dan Transportasi Korea menyatakan, mereka menuntut adanya gaji yang lebih baik, hari istirahat yang lebih banyak, dan lingkungan kerja yang lebih aman.

Perubahan sistem shift

Mengutip Korea Herald, para pekerja juga menuntut sistem kerja empat tim dengan dua shift. Menurut mereka, ini akan lebih baik daripada memberlakukan sistem tiga tim dan dua shift seperti yang tengah berlaku saat ini.

Selain itu, mereka juga meminta penambahan jumlah pekerja serta perlakuan yang lebih baik kepada karyawan anak perusahaan.

“Seiring tahap keempat perluasan Bandara Incheon, beban kerja kami meningkat tajam. Apakah berlebihan jika kami meminta tambahan staf?” ujar Seong Young-il, ketua serikat pekerja divisi Bandara Incheon.

Tolak lembur selama libur Chuseok

Sebelumnya, petugas keamanan bandara tak mengikuti mogok kerja pada hari Rabu (1/10), namun pada Kamis (2/10), mereka mulai menyuarakan pendapat.

Alasannya, Incheon International Airport Security membatalkan rencana penambahan personel untuk mengurangi epadatan selama periode libur panjang mendatang.

Tadinya, mereka berencana menambah 40-50 orang per hari, namun pada akhirnya rencana tersebut dibatalkan dan memutuskan pekerja tetap bertugas dengan jumlah personel normal.

Secara hukum, petugas keamnana bandara memang dilarang untuk melakukan aksi mogok kerja, namun mereka tetap bersuara untuk menolak mengambil lembur hingga akhir pekan 11-12 Oktober 2025.

Dampak mogok kerja

Incheon International Airport Corp (IIAC) dan Korea Airports Corp menyatakan, hingga Kamis (2/10) memang belum terdapat dampak besar yang berpengaruh pada check-in penumpang maupun operasional pesawat.

Namun, fasilitas seperti toilet dan area lain di dalam terminal telah menunjukkan tanda-tanda kurang perawatan, bahkan muncul tumpukan sampah di Bandara Incheon.