2.200 Pekerja Pabrik Sepatu Tangerang Di-PHK: Ribuan Orang Terdampak, tapi Wagub Belum Tahu

pemutusan hubungan kerja, PHK Adalah, Achmad Dimyati Natakusumah, phk pabrik sepatu tangerang, wakil gubernur banten 2025, wakil gubernur banten sekarang, pt victory chingluh indonesia, 2.200 Pekerja Pabrik Sepatu Tangerang Di-PHK: Ribuan Orang Terdampak, tapi Wagub Belum Tahu

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia masih berlanjut jelang akhir tahun 2025.

Sebanyak 2.200 pekerja PT Victory Chingluh Indonesia di Tangerang, Banten harus menerima kenyataan bahwa mereka di-PHK.

Adapun pabrik yang dioperasikan PT Victory Chingluh Indonesia memproduksi sepatu untuk merek dunia Nike.

Apa Penyebab PT Victory Chingluh Indonesia Lakukan PHK?

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia Unang Sunarno mengatakan, PT Victory Chingluh Indonesia melakukan PHK karena kualitas produksi yang menurun sehingga terjadi pengembalian barang atau retur produk.

“Kalau untuk alasan PHK sendiri itu memang ada retur barang ekspor, jadi bukan karena persoalan upah,” ujar Unang dikutip dari Tribun Banten, Minggu (2/11/2025).

Ia menambahkan, perusahaan yang menjalankan bisnis di bidang padat karya seharusnya bisa menyesuaikan regulasi besaran upah yang diterapkan di Tangerang.

Unang juga menilai PT Victory Chingluh Indonesia sebenarnya sangat mampu mengikuti aturan upah karena perusahaan ini memproduksi brand-brand besar.

“Cuma memang terutama pihak Apindo yang selalu mengaitkan PHK itu disebabkan tingginya upah,” ujar Unang.

Apa Kata Pemprov Banten soal PHK PT Victory Chingluh Indonesia?

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengaku, ia belum mengetahui kabar bahwa PT Victory Chingluh Indonesia melakukan PHK secara besar-besaran.

Ia hanya mengatakan, pihaknya bakal melakukan evaluasi jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Dimyati juga menyayangkan PHK yang dilakukan PT Victory Chingluh Indonesia karena Pemprov Banten sedang berusaha memperbaiki iklim investasi.

Perbaikan iklim investasi dilakukan supaya usaha dapat berjalan dengan baik dan pekerja merasa nyaman.

“Saya belum mengetahui,” ujar Dimyati di Gedung Negara Banten, dikutip dari , Senin (3/11/2025).

Ia menambahkan, dirinya khawatir jika PHK seperti yang dilakukan PT Victory Chingluh Indonesia akan membuat jumlah pengangguran di Banten meningkat.

Saat ini, kata Dimyati, Pemprov Banten sedang berfokus untuk menyelesaikan masalah pengangguran yang tinggi.

Dimyati juga sudah menginstruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten untuk melakukan pemeriksaan ke pabrik dan mengawasi hak-hak pekerja.

Berapa Kali PT Victory Chingluh Indonesia Lakukan PHK?

Sebelum Oktober 2025, PT Victory Chingluh Indonesia sudah melakukan efisiensi dengan memutus hubungan kerja terhadap 2.000 orang.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, penyebab perusahaan tersebut melakukan lay off karena upah sektoral dan upah minimum kabupaten atau kota.

Berdasarkan laporan Kompas.id, Senin (10/3/2025), PT Victory Chingluh Indonesia direlokasi ke Cirebon, Jawa Barat setelah PHK terjadi.

Cirebon menjadi tujuan relokasi karena wilayah ini lebih mendukung iklim investasi dan produksi saat permintaan pasar sedang rendah.

“Kami dari asosiasi berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha, investor, serta para pekerja. Industri ini telah menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian. Jangan sampai semakin banyak pabrik yang tutup dan investor enggan melirik Indonesia,” kata Eddy.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.id dengan judul: “Dua Pabrik Sepatu di Banten Direlokasi, Ribuan Pekerja Terkena PHK”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.