Terpendam di Dalam Tanah, Bagaimana Mengetahui Kentang Siap Dipanen?

kentang, Cara memanen kentang, Terpendam di Dalam Tanah, Bagaimana Mengetahui Kentang Siap Dipanen?

Memanen kentang tidak bisa sembarangan, Anda harus tahu langkah yang benar dan waktu yang tepat.

Pertama yang harus Anda ketahui adalah memilih waktu yang tepat kapan kentang sudah siap panen.

Banyak orang tidak tahu kapan kentang siap dipanen karena umbinya terpendam di dalam tanah. Beberapa akan memanennya terlalu cepat saat kentang belum begitu matang, dan beberapa justru memanennya saat kentang sudah terlalu matang dan bertunas.

Cara memanen kentang juga terkadang salah. Dilansir dari laman Forestry, saat memanen kentang, penting memperkirakan area penggalian yang tepat agar tidak mengenai daging kentang.

Hal ini penting agar kentang tidak cepat busuk setelah dipanen. 

Lantas, bagaimana cara mengetahui kentang sudah siap dipanen? 

Cara tahu kentang siap panen

Beberapa tanaman mudah dikenali kapan siap dipanen, tetapi tidak begitu dengan kentang.

Umbi yang lezat ini tumbuh tersembunyi di bawah tanah sepanjang musim tanam, sehingga sulit menentukan waktu yang tepat untuk menggali dan memanennya.

Tapi untungnya, tanaman kentang memberikan beberapa petunjuk yang menandakan bahwa waktunya panen telah tiba.

Dilansir dari laman Martha Stewart (15/7/2025), berikut penjelasan para ahli mengenai tanda-tanda kentang siap panen yang perlu diperhatikan:

1. Berbunga

Tanaman kentang biasanya mulai berbunga sekitar tujuh minggu setelah ditanam. Setelah itu, tunggu satu hingga dua minggu. Pada periode ini, bunga biasanya akan rontok, dan Anda sudah bisa mulai memanen kentang muda.

Namun, perlu diingat bahwa kentang muda ukurannya lebih kecil dan kulitnya masih tipis, sehingga tidak cocok untuk disimpan dalam jangka panjang.

2. Perubahan daun

kentang, Cara memanen kentang, Terpendam di Dalam Tanah, Bagaimana Mengetahui Kentang Siap Dipanen?

Petani merawat tanaman kentang mereka yang berada di lereng-lerang bukit di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (20/12/2011). Perhatikan bentuk daun untuk memanen kentang.

Perubahan pada daun merupakan tanda paling jelas dan dapat diandalkan.

Seiring berjalannya musim, daun kentang akan mulai menguning dan berubah coklat, lalu layu dan mati.

“Tanaman kentang mungkin terlihat sangat memprihatinkan saat mendekati masa panen 90 hingga 120 hari,” kata Travis Key, pendiri Lazy Dog Farm.

“Namun, percaya atau tidak, umbinya masih terus tumbuh di dalam tanah,” sambungnya.

Kondisi daun dapat menjadi panduan waktu panen.

“Setelah daun mulai berubah coklat, tunggu beberapa minggu hingga benar-benar mati dan menguning,” ujar Austin.

Menunggu beberapa minggu setelah tanaman mati akan membantu umbi di dalam tanah membentuk kulit yang lebih tebal, yang penting untuk penyimpanan jangka panjang.

“Jika kondisi tanah mendukung dan tidak terlalu basah, biarkan tanaman benar-benar mati hingga ke permukaan tanah sebelum dipanen,” kata Key. “Ini akan memastikan Anda mendapatkan kentang berukuran terbesar.”

3. Kulit yang menebal

Masih ragu apakah kentang sudah matang? Anda bisa melakukan uji sederhana dengan menggali beberapa umbi.

Periksa kulitnya, apakah masih sangat tipis dan mudah terkelupas saat digosok, atau sudah mulai tebal dan kuat? Jawabannya bisa menjadi petunjuk waktu panen.

Key menyarankan untuk sesekali mengikis tanah di sekitar tanaman saat daunnya mulai mati.

“Ini membantu memberi gambaran ukuran umbi,” katanya. “Pastikan umbi ditutup kembali dengan tanah agar tidak berubah hijau akibat paparan sinar matahari.”

Cara memanen kentang

kentang, Cara memanen kentang, Terpendam di Dalam Tanah, Bagaimana Mengetahui Kentang Siap Dipanen?

Ilustrasi kentang, menanam kentang. Cara memanen kentang.

Memanen kentang memerlukan kehati-hatian agar umbi tidak rusak dan bisa disimpan lebih lama. Jika kentang "terluka" karena alat perkebunan, maka umbi akan mudah busuk.

Gunakan garpu kebun untuk melonggarkan tanah di sekitar tanaman secara perlahan, dan hindari menusuk umbi.

Gali cukup dalam, angkat tanah beserta kentangnya, lalu kumpulkan satu per satu.

Sering kali hasil panen lebih banyak dari perkiraan, jadi periksa dengan teliti agar tidak ada yang tertinggal.

Perhatikan juga prakiraan cuaca.

“Jika curah hujan tinggi saat tanaman mulai mati, pertimbangkan untuk memanen lebih awal,” saran Key.

“Kentang yang sedang matang bisa membusuk jika tanah terlalu basah. Lebih baik mendapatkan kentang kecil daripada kentang busuk,” katanya.

Setelah panen, tahap berikutnya adalah pengeringan (curing).

“Proses ini akan mengeraskan kulit kentang dan memperpanjang masa simpannya,” kata Meg Austin, pakar pertanian.

Ia menyarankan meletakkan kentang di atas kertas koran di tempat sejuk, gelap, dan memiliki sirkulasi udara baik, dengan suhu sekitar 10–15 derajat Celsius.

“Setelah sekitar dua minggu, kulit kentang akan mengeras. Gosok sisa tanah yang menempel (kentang tidak boleh dicuci sebelum disimpan), dan pisahkan umbi yang rusak untuk segera dikonsumsi, bukan disimpan,” tutupnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang