Irjen Rudi Darmoko Turun Langsung Cari Pelatih Valencia dan Dua Anaknya yang Hilang di Pulau Padar

Kapolda NTT, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko
Kapolda NTT, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko turun langsung memantau operasi pencarian pelatih sepak bola wanita Valencia, Martin Carreras Fernando, dan dua anaknya.

Diketahui, mereka masih hilang usai kapal wisata KM Putri Sakinah yang ditumpangi tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Kehadiran Kapolda NTT menandai hari keempat operasi SAR sejak insiden nahas yang terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025.

Setibanya di Labuan Bajo, Irjen Pol Rudi Darmoko langsung menuju Posko Pencarian dan Pertolongan di kawasan Marina Labuan Bajo. Di posko tersebut, Kapolda NTT bertemu dengan tim SAR gabungan dan menerima laporan lengkap mengenai perkembangan pencarian para korban.

Setelah itu, ia langsung menuju lokasi tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar dengan menggunakan Kapal Polisi KPC.XX11-2007 milik Ditpolairud Polda NTT untuk mengawasi langsung jalannya operasi. Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan moral bagi seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Kami melakukan pemantauan ini untuk memastikan pencarian berlangsung dengan baik dan memberikan semangat kepada tim yang bekerja,” katanya di lokasi pencarian, Senin, 29 Desember 2025.

Kapolda NTT menjelaskan, upaya pencarian akan terus dimaksimalkan dengan berbagai metode yang melibatkan unsur laut dan penyelaman.

“Kami akan memaksimalkan upaya pencarian ini, baik melalui penyelamatan kapal, snorkeling, maupun patroli di sekitar lokasi kejadian,” kata dia.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan faktor keselamatan selama operasi berlangsung.

“Harap selalu utamakan keselamatan agar pencarian dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Kapolda NTT juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendoakan agar proses pencarian membuahkan hasil.

“Kami berharap dukungan dan doa dari semua pihak agar pencarian ini sukses,” kata dia.

Di tengah operasi pencarian, satu jenazah perempuan ditemukan mengambang di tepi perairan Pulau Serai, Labuan Bajo, pada Senin pagi sekitar pukul 06.05 WITA. Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat bernama Nasaruddin.

Jenazah yang diduga masih remaja itu diyakini merupakan putri pelatih sepak bola wanita Valencia Spanyol, Martines Carreras Fernando, yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.

"Kami menerima informasi dari Bapak Nasaruddin, seorang warga Pulau Serai Labuan Bajo, yang melaporkan melihat jenazah mengambang di tepi perairan utara Pulau Serai. Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi itu dengan menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat untuk mengevakuasi korban ke Labuan Bajo,” tutur Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR.

Setibanya di pelabuhan, suasana haru tak terelakkan. Tangis histeris Ortuno Andrea, ibu korban yang selamat dari kecelakaan kapal, pecah saat jenazah dievakuasi.

Ortuno Andrea turut masuk ke dalam ambulans untuk memastikan identitas korban melalui proses identifikasi medis yang dilakukan tim forensik RSUD Labuan Bajo.

Hingga kini, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Martin Carreras Fernando dan dua anaknya yang masih dinyatakan hilang.

"Hari ini, operasi SAR semakin diperkuat dengan kedatangan Kapal KN SAR Puntadewa 250 pada pukul 20.30 WITA (28/12), yang kini sedang menjalankan proses pencarian bersama tim SAR Gabungan lainnya,” kata Fathur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Martin Carreras Fernando bersama istrinya Ortuno Andrea dan empat anak mereka, yakni Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, serta dua putra laki-laki lainnya, Martines Ortuno Enrique Javier, tengah berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar untuk menikmati trekking keesokan harinya.

Namun saat memasuki Selat Padar, gelombang setinggi tiga meter menghantam kapal. Mesin KM Putri Sakinah mati total dan kapal tenggelam hanya dalam hitungan menit.

Ortuno Andrea dan putrinya, Mar Martinez Ortuno, berhasil selamat bersama Kapten Lukman, empat ABK, serta seorang pemandu wisata bernama Valdus. Sementara Martin Carreras Fernando dan tiga anaknya hingga kini masih dalam pencarian.

Laporan: Jo Kenaru/NTT