Bonus Rp1 Miliar Atlet SEA Games 2025 Cair, Prabowo Ingatkan Hal Ini
Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjamin masa depan atlet nasional. Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir secara khusus mengingatkan para atlet dan pelatih peraih prestasi di SEA Games Ke-33 Tahun 2025 Thailand agar menggunakan bonus dari negara secara bijak dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan langsung dalam acara penyerahan bonus atlet dan pelatih SEA Games 2025 yang digelar di Istana Negara, Kamis 8 Januari. Pemerintah menggelontorkan total anggaran Rp465.250.000.000, menjadikannya bonus terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang SEA Games.
Nilai bonus yang diberikan pun tergolong fantastis. Atlet peraih medali emas nomor tunggal menerima Rp1 miliar, peraih perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157 juta. Pemerintah juga memberikan perhitungan khusus untuk nomor ganda, beregu, serta para pelatih yang turut berkontribusi dalam prestasi kontingen Merah Putih.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa bonus tersebut bukan sekadar hadiah sesaat, melainkan bekal penting untuk masa depan para atlet yang sebagian besar masih berusia muda.
“Penghargaan yang kami berikan berupa uang ini maksudnya itu adalah untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan datang,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan yang dikutip dari Kemenpora.
Presiden juga mengingatkan agar bonus tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Ia meminta para atlet memprioritaskan kebutuhan jangka panjang, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.
“Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Gunakan untuk berbuat baik, tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu,” tutur Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo bahkan menyinggung secara langsung salah satu atlet angkat besi andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, yang masih lajang. Presiden menilai bonus tersebut bisa menjadi modal penting untuk membangun kehidupan setelah masa aktif sebagai atlet.
“Buat yang lain juga ya, ditabung yang baik ya Saudara-Saudara,” ujar Presiden Prabowo kepada seluruh atlet yang hadir.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa besarnya bonus ini mencerminkan perhatian serius Presiden Prabowo terhadap masa depan atlet Indonesia. Menurut Erick, kepedulian tersebut terlihat dari sikap Presiden yang menyempatkan diri bersalaman dengan seluruh atlet dan menanyakan rencana karier mereka satu per satu.
Tak hanya itu, Presiden juga memberikan arahan agar pemerintah mulai mempersiapkan skema dana pensiun bagi atlet dan pelatih sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.
Erick Thohir kembali mengingatkan bahwa bonus tersebut merupakan amanah negara yang harus dikelola secara cermat demi masa depan yang lebih terjamin.
“Karena memang ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, bahwa bonus yang negara berikan adalah sebagai amanah untuk masa depan mereka. Masa depan ini yang mereka harus jaga. Sehingga saya harapkan para atlet bisa menggunakan bonusnya dengan bijak, dengan penuh pertimbangan, tidak dihambur-hamburkan. Utamakan masa depan kalian,” tambah Erick.
Menpora juga memastikan bahwa pemerintah telah membekali para atlet dan pelatih dengan literasi keuangan agar mereka mampu mengelola bonus secara sehat dan berkelanjutan.
“Untuk itu kami sudah berikan pembekalan literasi keuangan kepada para atlet dan pelatih, semoga mereka bisa melakukan sesuai dengan bimbingan yang telah kami berikan,” tutup Erick.