Nasib Nisya Pramugari Gadungan Usai Viral dan Minta Maaf Terungkap, Ternyata Korban Loker Palsu

Nisya Pramugari Gadungan
Nisya Pramugari Gadungan

 Kasus pramugari gadungan yang sempat menggegerkan media sosial akhirnya mulai menemui titik terang. Sosok perempuan bernama Khairun Nisa atau Nisya (23) menjadi sorotan publik setelah aksinya mengenakan seragam pramugari Batik Air terbongkar dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta.

Setelah viral dan menuai berbagai reaksi, banyak pihak mempertanyakan bagaimana kelanjutan nasib Nisya usai aksinya terungkap. Mulai dari proses pemeriksaan oleh kepolisian, motif di balik penyamaran, hingga sikap yang ditunjukkan Nisya setelah kasus ini ramai dibicarakan.

Berikut rangkuman perkembangan terbaru kasus pramugari gadungan tersebut, sebagaimana dihimpun pada Jumat, 9 Januari 2026.

Nisya Pramugari Gadungan

Nasib Terbaru Nisya Pramugari Gadungan

1. Diamankan dan Diperiksa Polisi Bandara Soetta

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Polda Metro Jaya, mengamankan dan memeriksa Nisya setelah video dirinya berseragam pramugari Batik Air viral di media sosial. Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan dari awak kabin yang merasa curiga terhadap identitas Nisya saat penerbangan Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM)–Jakarta (CGK) pada Selasa kemarin.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa penyamaran tersebut dilakukan secara sengaja. “Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak. Lalu, dia ini merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,” jelasnya.

2. Motif Penyamaran karena Tekanan Keluarga dan Korban Penipuan

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi mengungkap fakta baru di balik insiden yang melibatkan Khairun Nisa. Selain karena tekanan keluarga, Nisya diketahui merupakan korban penipuan dengan modus tawaran pekerjaan sebagai pramugari dengan total kerugian mencapai Rp30 juta.

Kompol Yandri mengatakan bahwa pada awalnya Nisya berniat mendaftar secara resmi menjadi pramugari. “Iya, pada dasarnya di awal dia korban tuh. Dia mau masuk pramugari, nyerahkan uang sebesar berapa Rp30 juta. Terus ternyata gagal dan orangnya sudah nggak bisa dihubungi,” kata Yandri. 

Yandri menjelaskan, Khairun Nisa yang berasal dari Palembang datang ke Jakarta dengan izin orang tuanya untuk mengikuti proses pendaftaran. “Jadi gini ceritanya. Yang bersangkutan itu dulu kan orang Palembang, maksudnya tinggal di Palembang. Dia ke Jakarta, izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari,” terang Yandri.

Setibanya di Jakarta, Nisya dikenalkan oleh rekannya kepada seseorang yang mengaku bisa memasukkannya sebagai pramugari. “Di Jakarta dia ketemu seseorang yang kemudian menawarkan bisa memasukkan (jadi) pramugari. Dengan memberikan sejumlah uang. Akhirnya dia ikutilah orang itu, ternyata gagal,” ucap Yandri.

Karena merasa malu dan tidak ingin mengecewakan keluarga, terutama ibunya yang turut membantu proses tersebut, Nisya kemudian mengaku telah bekerja sebagai pramugari. “Nah, karena dia keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, ya dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja. Sehingga pada saat pulang kemarin, dan di medsos-nya dia juga dia posting gitu, biar orang tuanya tahu, keluarganya tahu, dia memang betul-betul pramugari,” jelasnya.

3. Sempat Lolos Masuk Pesawat

Nisya diketahui menggunakan tiket pribadi untuk penerbangan tersebut, namun tetap mengenakan atribut menyerupai pramugari, lengkap dengan kebaya, rambut disanggul, dan koper kru kabin. Awak kabin yang bertugas mulai curiga setelah berinteraksi langsung dengan Nisya dan melaporkannya ke petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta.

4. Mengakui Kesalahan dan Minta Maaf Terbuka

Usai kasusnya mencuat, Nisya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan menegaskan bahwa dirinya bukan pramugari.

“Saya, Nisya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Batik Air dan Lion Group serta kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saya mengakui bahwa saya bukan pramugari dan tidak pernah menjadi bagian dari awak kabin maskapai mana pun,” kata Nisya, mengutip video TikTok @viral_terkini12.

Ia juga menegaskan bahwa aksinya dilakukan tanpa keterlibatan pihak maskapai. “Video ini saya buat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari siapa pun. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari,” katanya.

5. Dipulangkan ke Pihak Keluarga

Setelah pemeriksaan selesai, pihak kepolisian memutuskan untuk mengembalikan Nisya kepada keluarganya. “Motifnya hanya karena malu kepada keluarga dan saat kejadian itu, penerbangannya sudah tinggal sebentar lagi, sehingga dia tidak sempat ganti seragam dan tetap mengenakannya pada saat penerbangan kembali ke Jakarta. Dan saat ini yang bersangkutan sudah mengakui, meminta permohonan maaf, dan dikembalikan ke pihak keluarga,” ungkap Yandri.