Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Kapak Saat Tunggu Sidang Skripsi, Korban Ternyata Pelatih Silat

Nasib nahas namun ajaib menimpa Farradhila Ayu Pramesti (23), mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (SSK) Riau. Ia nyaris kehilangan nyawa setelah diserang secara brutal menggunakan kapak oleh teman satu jurusannya, Raihan Mufazzar (21).
Beruntung, Farradhila bukan mahasiswi biasa. Ia diketahui merupakan seorang pendekar silat yang tergabung dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Kemampuan bela diri inilah yang menjadi faktor kunci keselamatannya saat menghadapi serangan membabi buta pada Kamis (26/2/2026).
Andalkan Ilmu Silat untuk Bertahan
Wakil Dekan 3 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suska Riau, Alpi Syahrin, mengungkapkan bahwa latar belakang korban sebagai pesilat sangat membantu dalam mempertahankan diri saat kejadian.
"Dia itu pesilat. Adik ibunya bilang korban ini sudah jadi pelatih silat di kampungnya di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau," ujar Alpi saat berbincang dengan Kompas.com di kantornya, Jumat (27/2/2026).
Senada dengan Alpi, Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum, Rudiadi, menyebutkan bahwa mental tangguh sebagai pesilat membuat Farradhila mampu bertahan meski sudah bersimbah darah.
"Kalau dia (Farradhila) tidak jago silat, kecil kemungkinan dia selamat. Tapi mental dia kuat, sudah terluka dan berdarah, dia masih mampu menahan kapak pelaku," tegas Rudiadi.
Berdasarkan data medis, korban mengalami sekitar tujuh hingga delapan luka bacok. Luka terbanyak ditemukan di bagian tangan karena korban terus berupaya menangkis ayunan kapak pelaku.
Kronologi Penyerangan di Ruang Ujian
Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di lantai dua Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Saat itu, Farradhila sedang sendirian di ruangan untuk menunggu jadwal ujian munaqosah atau sidang skripsi akhir.
Tiba-tiba, pelaku masuk dan langsung menyerang korban menggunakan sebilah kapak. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menyebut korban sempat memberikan perlawanan sengit.
"Korban saat itu sempat melarikan diri kalau dari keterangan yang kami dapat di TKP, korban sempat melarikan diri melalui jendela," jelas Anggi.
Aksi pelaku berhasil dihentikan setelah petugas keamanan kampus sigap mengamankan tersangka. Saat digeledah, di dalam tas Raihan ditemukan senjata tajam tambahan berupa parang.
Motif Asmara dan Perencanaan Sejak 2025
Penyidikan kepolisian mengungkap fakta mengejutkan bahwa aksi ini bukanlah spontanitas. Raihan diduga telah merencanakan pembunuhan tersebut sejak November 2025.
"Pengakuan pelaku ada niat dari November 2025 untuk melakukan ini. Namun baru dilaksanakan kemarin Kamis. Pelaku juga mengaku mengasah kapak dan parang sebelum beraksi," kata AKP Anggi.
Motif utama di balik tindakan sadis ini adalah sakit hati karena cinta ditolak. Meskipun keduanya dikenal dekat, Farradhila menolak untuk menjalin hubungan asmara dengan pelaku. Akibat perbuatannya, Raihan kini terancam hukuman berat.
"Kita tambahkan pasal perencanaan pembunuhan dan penganiayaan berat, ancaman hukuman 17 tahun penjara," tambah Kasat Reskrim.
Kondisi Terkini dan Penyesalan Pelaku
Pasca-kejadian, Farradhila telah menjalani operasi pergelangan tangan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan kondisinya kini dinyatakan stabil. Pihak kampus melalui Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, memastikan akan memberikan pendampingan psikologis penuh bagi korban.
Di sisi lain, tersangka Raihan yang kini mendekam di sel isolasi one man one cell menunjukkan penyesalan mendalam. Saat menjalani pemeriksaan psikologi, ia sempat melafalkan Surah Al-Kafirun dan Ayat Kursi, serta meminta izin untuk melakukan salat taubat.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kejiwaan pelaku, mengingat latar belakangnya yang introvert dan kurang mendapatkan kehangatan keluarga.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul danTribunPekanbaru.com dengan judul Pengakuan Raihan Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska: Ingin Taubat, Tebersit Akhiri Nyawa Sendiri
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang