Viral! DM Tim UKP Bidang Pariwisata Minta Izin Gunakan Video, Balasan Tegas Kreator Jadi Sorotan

Viral DM Tim UKP Bidang Pariwisata Minta Izin Gunakan Video
Viral DM Tim UKP Bidang Pariwisata Minta Izin Gunakan Video

Sosok Canro Simarmata tengah menjadi di media sosial usai membagikan potongan percakapan pesan DM Instagram dengan tim Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata. Percakapan itu membahas izi penggunaan konten milik Canro Simarmata terkait jalur Torean.

Berdasarkan chat yang dibagikan tim UKP Bidang Pariwisata  bermaksud ingin menggunakan konten tersebut sebagai bahan publikasi di akun Instagram resmi mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hai kakk kami dari tim UKP Pariwisata senang dengan konten kamu tentang Torean dan ingin meminta izinuntuk menggunakan cuplikan konten kamu tentang Torean tersebut sebagai bahan publikasi informasi pariwisata kepada masyarakat melalui akun resmi UKP Pariwisata. Terima Kasih banyak sebelumnya atas kerja sama dan dukungannya,” demikian bunyi pesan yang dikirimkan dikutip dari Thread milik Canro Simamarta, Rabu 6 Mei 2026.

Mendapati pesan itu, Canro kemudian memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan UKP bidang Pariwisata. Namun ia juga sekaligus mengirimkan rate card untuk penggunaan kontennya yakni sebesar Rp 10 juta per video.  

“Dear team UKP Pariwisata, Terima kasih atas DM yang telah disampaikan. Saya sangat mengapresiasi tujuan baik dari pihak UKP Pariwisata dalam mempublikasikan informasi serta potensi wisata kepada masyarakat luas. Saya pun merasa senang apabila karya visual saya dapat turut mendukung penyebaran promosi pariwisata tersebut. Namun demikian izinkan saya menyampaikan bahwa untuk penggunaan satu video karya saya, rate yang saya tetapkan adalah sebesar Rp 10.000.000 per video,” demikian sepenggal balasan dari Canro.

Canro juga menjelaskan bahwa tarif Rp 10 juta yang ditetapkannya bukan tanpa alasan. Menurutnya, angkat tersebut disesuaikan dengan kesulitan yang dialaminya di lapangan termasuk pengurusan izin penerbangan drone yang mencapai Rp 2 juta per hari.

“Nilai tersebut menyesuaikan dengan keseluruhan proses produksi yang kami lakukan di lapangan termasuk kebutuhan operasional saat pendakian, salah satunya pengurusan izin penerbangan drone yang memerlukan biaya sekitar Rp 2.000.000 per hari. Besar harapan saya agar informasi ini dapat dipahami dan semoga kita dapat menjalin Kerjasama yang baik. Terima kasih,” demikian penjelasan Canro terkait nilai rate card yang ditetapkannya.

Dalam caption di Thread yang dibagikan, Canro juga sempat menyinggung tentang beratnya proses yang dijalani untuk mengambil konten tersebut. Namun sayangnya upaya itu diminta untuk digunakan secara cuma-cuma alias gratis.

“Naik gunung berjam-jam, bawa alat belasan kilo, urus izin drone yang lapis-lapis, ambil risiko alat rusak atau jatuh.. ujung-ujungnya ada yang datang dengan kalimat ‘Boleh minta videonya gratis untuk publikasi pemerintah?’,” demikian caption dalam unggahannya itu.

Tak hanya itu saja, Canro juga sempat membagikan pernyataan di Instagram storiesnya dan dibagikan ulang oleh akun Instagram pendaki_gunung. Dalam unggahan itu, dia kembali menekankan tentang beratnya proses yang dijalani untuk mengambil konten di gunung.

“For your information, setiap footage yang saya hasilkan di gunung bukanlah sesuatu yang didapat dengan mudah. Saya mendaki dengan membawa beban perlengkapan yang tidak ringan, termasuk DJI Mavic 4 Pro yang tentu sudah dapat dibayangkan sendiri bagaimana effort membawanya hingga ke ketinggian. Setibanya di lokasi pun prosesnya tidak berhenti sampai di situ,” demikian pernyataan Canro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengungkapkan rasa miris karena merasa karya yang dihasilkan belum mendapat apresiasi yang layak, terutama ketika diminta tanpa imbalan.

“Karena itu rasanya sedikit ironis ketika karya yang lahir dari perjuangan, biaya, tenaga, waktu, dan risiko sebesar itu pada akhirnya masih dianggap sebagai sesuatu yang bisa diminta begitu saha tanpa menghargai nilai di balik prosesnya,” tulis dia.