Arne Slot Bereaksi Keras Usai Liverpool Tahan Arsenal 0-0, Nama Conor Bradley Disorot
Liverpooli menunjukkan ketangguhan mereka di laga besar. Bertandang ke kandang Arsenal di Emirates Stadium, London, The Reds sukses menahan Arsenal dengan skor kacamata pada lanjutan Liga Inggris 2025–2026, Jumat dini hari WIB, 9 Januari 2026.
Meski laga berakhir tanpa gol, performa Liverpool menuai banyak pujian. Tim asuhan Arne Slot tampil disiplin, solid, dan beberapa kali justru lebih berbahaya dibanding tuan rumah, terutama pada babak kedua. Hasil ini juga memperpanjang catatan tak terkalahkan Liverpool menjadi 10 pertandingan di semua kompetisi.
Arne Slot Puas dengan Performa Liverpool
Pelatih Liverpool, Arne Slot, menegaskan dirinya puas dengan performa tim, meski hasil akhir hanya membawa pulang satu poin dari London.
“Saya jelas puas dengan performanya. Untuk hasilnya, sampai batas tertentu juga positif, karena Arsenal menjalani musim yang sangat bagus, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Anda tahu betapa sulitnya mendapatkan hasil melawan mereka, apalagi menang,” ujar Slot dalam konferensi pers usai laga yang dikutip laman resmi Liverpool.
Arsenal vs Liverpool
Slot mengakui Arsenal sempat lebih dominan dalam penguasaan bola pada babak pertama dan beberapa kali mengancam lewat sisi kanan yang dihuni Bukayo Saka dan Jurrien Timber. Namun ia menilai dominasi tersebut tidak menghasilkan peluang yang benar-benar bersih.
“Mereka memang lebih dominan di babak pertama dan beberapa kali berbahaya dari sisi kanan, tetapi itu lebih banyak berujung pada umpan silang dan tidak menghasilkan peluang besar,” kata Slot.
Akui Masalah Lama Liverpool
Meski puas dengan permainan, Slot secara jujur mengakui Liverpool masih memiliki masalah klasik, terutama dalam menciptakan peluang dari dominasi penguasaan bola.
“Dari semua penguasaan bola itu, tentu Anda berharap lebih banyak peluang tercipta. Kami beberapa kali sangat dekat, tetapi penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di momen terakhir belum cukup untuk mencetak gol,” ucapnya.
Menurut Slot, situasi ini bukan hal baru bagi Liverpool musim ini, termasuk saat menghadapi tim dengan level yang lebih rendah dari Arsenal.
“Kami bisa mendominasi penguasaan bola, kami tahu bagaimana membangun serangan dari belakang. Tapi memang masih ada beberapa aspek yang belum berada di level tim-tim top lainnya,” lanjut Slot.
Insiden Martinelli dan Cedera Conor Bradley
Laga ini juga diwarnai insiden kontroversial di menit akhir ketika Conor Bradley mengalami cedera dan harus ditandu keluar lapangan, sementara Gabriel Martinelli terlihat mendorongnya untuk segera bangkit.
Slot memilih bersikap tenang dan mencoba melihat situasi tersebut secara objektif.
“Saya tidak mengenal Gabriel Martinelli secara pribadi, tapi dia terlihat seperti orang yang baik. Masalahnya, di sepak bola sekarang terlalu sering terjadi buang-buang waktu dan pemain berpura-pura cedera, terutama di menit-menit akhir,” ujar Slot.
Slot menegaskan bahwa Gabriel Martinelli kemungkinan besar tidak akan melakukan tindakan tersebut apabila mengetahui cedera yang dialami Conor Bradley berpotensi serius. Ia menilai situasi emosional di menit-menit akhir pertandingan membuat pemain sulit berpikir jernih, terlebih di tengah maraknya praktik buang-buang waktu dalam sepak bola modern.
Terkait kondisi Conor Bradley, Slot mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui tingkat keparahan cedera sang pemain. Meski belum bisa memastikan, ia mengakui situasinya tampak mengkhawatirkan karena Bradley harus meninggalkan lapangan dengan ditandu. Slot berharap cedera tersebut tidak separah yang dikhawatirkan dan sang pemain masih memiliki peluang untuk tampil pada laga berikutnya.
Ia kemudian mengungkap alasan utama Liverpool masih tertinggal jauh di klasemen.
“Pertanyaannya adalah, mengapa kami tertinggal 14 poin? Bagi saya itu jelas, karena kami sangat kesulitan menghadapi tim dengan pertahanan rendah,” ujarnya.
Slot juga menyinggung perbedaan besar kontribusi gol dari situasi bola mati antara Liverpool dan Arsenal yang mencapai 20 gol.
Jalannya Pertandingan
Liverpool hampir mencetak gol pembuka pada menit ke-27 lewat Conor Bradley. Kesalahan koordinasi David Raya dan William Saliba membuat Bradley memiliki peluang emas, namun sepakan cungkilnya hanya membentur mistar gawang.
Pada babak kedua, Liverpool tampil lebih dominan. Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong beberapa kali mengancam, sementara Dominik Szoboszlai nyaris mengulang gol indahnya dari situasi bola mati seperti pada pertemuan di Anfield.
Arsenal sendiri relatif minim peluang bersih. Alisson Becker hanya melakukan penyelamatan yang tergolong aman pada masa injury time.
Susunan Pemain Arsenal vs Liverpool
Arsenal:
David Raya, Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie, Martin Odegaard, Declan Rice, Martin Zubimendi, Bukayo Saka, Leandro Trossard, Viktor Gyokeres
Liverpool:
Alisson Becker, Conor Bradley, Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, Milos Kerkez, Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, Jeremie Frimpong, Dominik Szoboszlai, Cody Gakpo, Florian Wirtz