Gempa Magnitudo 7,1 di Talaud Rusak 12 Rumah dan Dua Faskes, BNPB Pastikan Situasi Terkendali

BNPB, Gempa Magnitudo 7,1 di Talaud Rusak 12 Rumah dan Dua Faskes, BNPB Pastikan Situasi Terkendali

 Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026, sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi wilayah terdampak saat ini relatif terkendali dan berangsur kondusif.

Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait. Menurutnya, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat peristiwa tersebut.

“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (12/1/2026) dikutip dari Antara.

Bagaimana kondisi warga pascagempa di Kepulauan Talaud?

Abdul memastikan bahwa aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai kembali normal. Warga yang sebelumnya sempat mengungsi sementara akibat guncangan kuat dilaporkan telah beraktivitas kembali, meskipun sebagian masih waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Minggu (11/1/2026) pukul 13.00 WIB, gempa tersebut berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga. Selain itu, tercatat kerusakan material berupa:

  • 12 unit rumah warga
  • 2 fasilitas kesehatan

Seluruh data kerusakan tersebut masih dalam tahap pendataan dan verifikasi di lapangan oleh tim gabungan BNPB dan BPBD setempat.

Kapan dan di mana gempa Talaud terjadi?

Gempa bumi terjadi pada Sabtu (10/1/2026) pukul 21.58 WIB. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 17 kilometer, tepatnya pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama sekitar 20 hingga 30 detik, terutama di wilayah Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu. Kondisi ini membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa magnitudo 7,1 tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini sebagai langkah antisipasi sebelum akhirnya menyatakan peringatan tsunami berakhir.

BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 yang terjadi setelah gempa utama. Hingga kini, belum dilaporkan adanya gempa susulan signifikan lainnya.

Pasca gempa, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Selain itu, Abdul Muhari menambahkan bahwa aliran listrik yang sempat mengalami pemadaman akibat gempa kini telah kembali normal, sehingga aktivitas warga dapat berjalan lebih baik.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang