Ternyata Ini Alasan Dedi Mulyadi Belum Mau Menikah Lagi
Keputusan Dedi Mulyadi untuk belum menikah lagi ternyata bukan sekadar soal waktu atau pasangan yang belum tepat. Di balik sikap santainya menjalani hidup sebagai duda, tersimpan pertimbangan emosional yang mendalam, terutama sebagai seorang ayah. Setelah dua tahun berpisah dari Anne Ratna Mustika, Dedi memilih menempatkan peran keluarga, khususnya anak, sebagai prioritas utama.
Dalam perbincangan bersama Hengky Kurniawan, Dedi berbicara jujur tentang fase hidup yang tengah ia jalani. Alih-alih terburu-buru membuka lembaran baru, ia justru merasa fase menduda memberinya ruang untuk lebih dekat dengan sang putri, Nyi Hyang Ayu. Menurutnya, kenyamanan hidup saat ini bukan sesuatu yang mudah dilepas.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
“Kayaknya saya masih menduda deh. Saya lebih nyaman dengan kondisi sekarang. Saya nunggu anak saya gede,” ungkap Dedi Mulyadi yang dikutip dari YouTube Hengki Kurniawan Official pada Kamis, 8 Januari 2026.
Bagi Dedi, kedekatan emosional dengan anak bukan sekadar hubungan ayah dan anak biasa. Ia melihat adanya ikatan batin yang sangat kuat, yang membuat sang putri masih membutuhkan kehadirannya secara utuh. Karena itu, ia merasa belum etis membawa sosok lain masuk ke dalam kehidupannya saat ini.
“Jadi Nyi Hyang Ayu itu kan tahun depan mestinya 7 tahun, kalo usianya 7 tahun kayaknya dia belum cukup umur untuk melihat ayahnya bersama yang lain karena dia itu rasa memiliki pada sayanya tinggi dan ayahnya ngak boleh jadi milik orang lain,” jelasnya.
Dedi menilai, usia anak menjadi faktor penting dalam menentukan kesiapan psikologis. Ia tidak ingin kebahagiaan pribadinya justru berdampak pada perasaan sang anak. Karena itu, ia memilih menunggu hingga putrinya benar-benar mampu memahami situasi dengan lebih dewasa.
“Ya mungkin kalo dia sudah ya berumur 9 tahun kali ya yang dia sudah kelas 5 SD lah oke,” katanya.
Meski tampak tegas menunda pernikahan, Dedi tidak memungkiri naluri manusiawinya. Ia mengakui bahwa keinginan untuk memiliki pasangan hidup tetap ada. Namun, keinginan tersebut ia tempatkan di bawah tanggung jawab nyata yang saat ini ia emban sebagai seorang ayah.
“Ya manusia yang normal tentu ingin punya istri lagi. Tapi kan saya mempertimbangkan bahwa anak saya tuh nyata, istri itu ilusi,” tandasnya.