Prabowo Beri Tugas Khusus ke Dasco hingga Seskab Teddy, Apa Itu?
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat di kediaman dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Pertemuan yang digelar pada Jumat, 2 Januari 2026 itu turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Sekretaris Kabinet atau Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan itu, Prabowo memberikan tugas khusus awal tahun kepada Dasco hingga Seskab Teddy.
"Penugasan khusus awal tahun dari Bapak Presiden untuk masing-masing peserta pertemuan," tulis akun instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Sabtu, 3 Januari 2026.
Pertemuan tersebut juga membahas mengenai laporan Dasco sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana dari DPR RI terkait rekonstruksi dan rehabilitasi 3 provinsi di Sumatra pasca dilanda banjir bandang dan tanah longsor.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk diaspora daerah, untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Namun, Prabowo menekankan seluruh bantuan harus disalurkan melalui mekanisme yang jelas, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascabencana di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2025.
Dia menegaskan negara tidak akan menutup pintu bagi siapa pun yang ingin membantu dengan niat tulus.
Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin rapat di Aceh Tamiang
“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya jelas,” kata Prabowo.
Kepala Negara secara khusus menyinggung potensi besar peran diaspora dari berbagai daerah. Menurut Prabowo, keterikatan emosional masyarakat perantauan terhadap daerah asal dapat menjadi kekuatan tambahan dalam pemulihan pascabencana.
“Kalau ada diaspora Aceh merasa terpanggil membantu di Aceh, ya monggo. Diaspora Minang membantu Ranah Minang, silakan. Mungkin ada juga di Sumatera Utara, ada komunitas orang Batak di Jawa juga besar dan banyak, silakan, dari luar negeri,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, seluruh bentuk bantuan akan tetap dilaporkan kepada pemerintah pusat dan disalurkan sesuai prosedur. Ia membuka kemungkinan pemerintah daerah membuka rekening khusus bantuan pascabencana guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Nanti mekanisme kita serahkan, mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana,” tegasnya.
Presiden juga memastikan pemerintah tidak akan mempersulit niat baik masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri, selama mekanisme penyalurannya jelas.
“Yang mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri memberi sumbangan silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas,” sambungnya.