Penyebab Kapal Pinisi Dewi Anjani Tenggelam di Labuan Bajo, Diduga karena ABK Tertidur

Kapal pinisi, Labuan Bajo, Penyebab Kapal Pinisi Dewi Anjani Tenggelam di Labuan Bajo, Diduga karena ABK Tertidur

Selepas insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Labuan Bajo pada Jumat (26/12/2025), kapal pinisi wisata KM Dewi Anjani juga dilaporkan tenggelam.

Kapal pinisi Dewi Anjani tenggelam di perairan Dermaga Pink, Labuan Bajo, pada Senin (29/12/2025) pagi.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan, kapal itu tidak sedang berjalan, tetapi tengah diikat di mooring.

Stephanus mengatakan, pihaknya bersama pemilik kapal saat ini masih dalam proses pengapungan kapal yang tenggelam tersebut.

Penyebab kapal pinisi KM Dewi Anjani tenggelam

Stephanus menegaskan, kapal tersebut tenggelam bukan karena dihantam gelombang di tengah lautan.

Kejadian ini terjadi pada Senin (29/12/2025) pagi saat kapal tersebut berlabuh di sekitar Dermaga Pink, Kampung Tengah, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

"Kru tertidur lupa pompa got, air masuk karena hujan deras," ucap Stephanus saat dikonfirmasi , Senin siang.

Stephanus mengatakan, dalam insiden tersebut tak ada korban jiwa. Semua anak buah kapal (ABK) dinyatakan selamat.

Sedangkan dilansir dari Tribunnews, awalnya informasi mengenai peristiwa tersebut beredar melalui unggahan akun Facebook @Pelaut Pariwisata Labuan Bajo.

Selamat pagi, izin update. Tenggelam Kapal Dewi Anjani di mooring sekitaran Dermaga Pink Kampung Tengah. Kronologinya belum tahu,” tulis akun tersebut.

Dari foto yang diunggah terlihat kondisi kapal dalam keadaan miring ke satu sisi.

Selain itu, terlihat sebagian besar badan kapal terendam air hingga nyaris seluruh lambung tenggelam.

Salah seorang kru kapal wisata di Labuan Bajo, Hardinal, membenarkan peristiwa tersebut.

Hardinal mengatakan KM Dewi Anjani baru menyelesaikan perjalanan wisata dan telah berlabuh sejak sehari sebelumnya.

“Kapalnya pulang trip kemarin. Mungkin sementara berlabuh,” kata Hardinal.

Insiden kapal tenggelam di Labuan Bajo

Peristiwa ini menambah catatan insiden kapal wisata tenggelam di area wisata Labuan Bajo.

Sebelumnya diberitakan, kapal pinisi wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, atau di Perairan Selat Padar pada Jumat malam. 

Dugaan sementara kapal tersebut terguling setelah ⁠terkena gelombang setinggi 2 meter yang mengakibatkan mesin mati. 

Berdasarkan data Tim SAR Gabungan, KM Putri Sakinah mengangkut 11 orang, terdiri atas lima warga negara Indonesia (WNI) yaitu kapten kapal, pemandu wisata, dan ABK.

Selain itu, ada juga enam penumpang warga negara asing (WNA) asal Spanyol.

Akibat insiden tersebut, tujuh orang berhasil selamat.

Perkembangan terkini, Tim SAR telah berhasil menemukan satu jenazah korban WNA Spanyol pada hari ke-4 pencarian, berjenis kelamin perempuan, pada Senin (29/12/2025) pukul 06.05 Wita.

Jasad korban mengambang di pinggir perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo yang kemudian ditemukan warga Pulau Serai, Nasaruddin.

Akibat adanya tragedi ini, pemerintah menghentikan sementara aktivitas kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo. 

Otoritas kesyahbandaran di bawah Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata melakukan penghentian sementara pelayaran kapal wisata di wilayah tersebut mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 atau sampai ada pengumuman lebih lanjut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang