Cara Mengatasi 6 Hama yang Menyerang Tanaman Cabai di Musim Hujan

musim hujan, tanaman cabai, Cara Mengatasi 6 Hama yang Menyerang Tanaman Cabai di Musim Hujan, 1. Lalat buah, 2. Ulat buah, 3. Ulat daun, 4. Antraknosa (patek), 5. Hama gangsir (Brachytrypes portentosus), 6. Kutu kebul (Bemisia tabaci)

 Musim hujan kerap menjadi tantangan bagi petani cabai, baik skala lahan besar atau rumahan.

Curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat menciptakan kondisi ideal bagi berbagai hama dan organisme pengganggu tanaman (OPT) untuk berkembang lebih cepat.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, serangan hama pada musim penghujan dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, bahkan menyebabkan gagal panen.

Sejumlah hama seperti lalat buah, ulat buah, hingga ulat daun diketahui lebih sering muncul saat musim hujan.

Selain itu, kelembapan berlebih juga memicu penyakit tanaman yang menyerang buah dan daun cabai.

Oleh karena itu, penting bagi petani untuk mengenali jenis hama yang umum muncul di musim hujan sekaligus memahami cara penanganannya yang tepat sesuai anjuran instansi pertanian.

6 hama tanaman cabai di musim hujan

Berikut beberapa hama tanaman cabai yang biasa muncul di musim hujan dan cara mengendalikannya:

1. Lalat buah

Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, musim hujan mempercepat berkembangnya lalat buah yang bertelur di dalam buah cabai.

Larva yang menetas akan memakan bagian dalam buah hingga rusak. Hama ini akan mengancam cabai gagal panen, bahkan tanaman bisa mati.

Cara mengendalikan:

  • Pasang perangkap petrogenol atau bahan feromon untuk menjaring lalat dewasa.
  • Kemudian buang dan bakar buah yang sudah terinfeksi supaya tidak menyebar. 

2. Ulat buah

Ulat buah menyerang bagian buah cabai sehingga buah menjadi berlubang dan tidak layak jual. Serangan meningkat saat kelembapan tinggi di musim penghujan.

Jika hama dibiarkan, produksi cabai bisa rusak dan tanaman pun bisa terancam mati.

Cara mengendalikan:

  • Gunakan insektisida seperti Rimon Fast 1–2 ml/l atau Royalcyper 250 EC 1 ml/l jika serangan berat.
  • Penyemprotan intensif sesuai dosis yang disarankan dari label produk.

3. Ulat daun

Serangga ini akan memakan daun tanaman cabai, menghambat fotosintesis, dan menurunkan produktivitas tanaman. 

Jika hama ulat daun dibiarkan, maka panen akan terhambat atau gagal total.

Cara mengendalikan:

  • Sama seperti ulat buah, lakukan penyemprotan insektisida pada daun dan batang tanaman sesuai anjuran.
  • Pastikan semprotan tepat sasaran untuk hasil optimal. 

4. Antraknosa (patek)

Musim hujan juga meningkatkan risiko penyakit patek atau antraknosa, jamur yang menyebabkan bercak coklat pada buah cabai dan membuatnya busuk sehingga kualitas buah menurun drastis, dilansir dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Cara mengendalikan:

  • Pilih benih sehat dan varietas tahan penyakit.
  • Terapkan sanitasi lahan yang baik dengan membersihkan sisa tanaman yang terinfeksi.
  • Semprotkan fungisida jika serangan mulai terlihat (misalnya mancozeb atau propineb), sesuai petunjuk teknis. 

5. Hama gangsir (Brachytrypes portentosus)

Dilansir dari (30/1/2023), hama ini menyerang tanaman cabai muda yang baru saja pindah tanam.

Serangannya di malam hari, sedangkan pada siang harinya hama akan bersembunyi di dalam tanah.

Gangsir membuat liang di dalam tanah sampai kedalaman 90 cm. Gangsir akan merusak tanaman cabai muda dengan cara memotong pangkal batang tapi tidak memakannya.  

Cara mengendalikan:

  • Pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam.

6. Kutu kebul (Bemisia tabaci)

Hama ini berwarna putih, bersayap, dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin.

Kutu kebul menyerang dan mengisap cairan daun tanaman sehingga sel-sel dan jaringan daun tanaman rusak.

Cara mengendalikan:

  • Lakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis atau konsentrasi sesuai petunjuk. 

Nah, itulah 6 hama tanaman cabai yang sering menyerang di musim hujan. Kenali dan kendalikan sejak dini agar tak gagal panen.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang