Cara Membasmi Semut pada Tanaman Hias, Cabai, dan Tomat secara Cepat

Salah satu hama merepotkan yang biasa menyerang tanaman hias, cabai, dan tomat adalah semut.
Semut sering muncul di tanaman pekarangan, seperti tanaman buah-buahan. Meski begitu, semut juga bisa muncul atau mendatangi tanaman indoor, seperti tanaman bunga atau cabai dan tomat di dalam pot.
Dilansir dari ABC Net, penggemar tanaman indoor yang menjalankan bisnis penataan tanaman di Melbourne, Jason Chongue mengatakan, semut sering masuk ke dalam rumah saat musim panas untuk menghindari panas dan membuat sarang.
Selain itu, di musim hujan, semut juga sering masuk rumah demi mendapatkan tempat yang kering bebas dari air hujan.
“Tanaman dalam ruangan sangat cocok bagi semut karena mereka suka membuat liang di tanah,” katanya. “Selain itu, mereka juga tertarik pada cairan dari hama tanaman seperti scale.”
Scale atau kutu perisai adalah serangga kecil berlapis pelindung yang menempel pada daun dan menyedot nutrisi dari tanaman. Karena itu, jika Anda menemukan semut, Chongue menyarankan untuk memeriksa apakah tanaman juga terserang kutu perisai.
Alice Crowe, seorang tukang kebun yang terlatih dalam bidang botani, mengatakan bahwa hama ini biasanya menjadi penyebab utama serangan semut.
“Scale menyedot getah tanaman, lalu saat memetabolisme cairan itu mereka menghasilkan cairan lengket yang disebut honeydew. Semut memakan cairan tersebut,” paparnya.
Lalu, bagaimana cara menghilangkan semut pada tanaman?
Cara membasmi semut pada tanaman
Ilustrasi tanaman cabai. Cara membasmi semut pada tanaman cabai dan tomat.
Ada banyak cara untuk mengusir semut. Sebagian orang menggunakan bahan alami seperti kayu manis, jeruk, atau minyak esensial. Ada juga yang menyarankan perangkap lengket dan umpan semut.Namun menurut Chongue, ada cara yang jauh lebih sederhana.
“Metode yang paling berhasil bagi saya adalah merendam tanaman dalam air sabun,” ujarnya.
“Biarkan tanaman terendam, hampir seperti menenggelamkannya. Lalu ulangi proses ini setiap tujuh hari sampai semutnya hilang,” sambungnya.
Air akan mengusir semut dari liang-liang di tanah, sementara sabun (cukup sedikit sabun cuci piring cair) akan meninggalkan lapisan berminyak yang membuat semut sulit bertahan di sana.
“Kalau menggunakan umpan semut, prosesnya bisa berbulan-bulan,” katanya. “Dengan cara ini biasanya cukup beberapa kali perendaman dan tanaman akan baik-baik saja.”
Namun tentu saja, cara ini hanya bisa dilakukan pada tanaman indoor, atau tanaman yang diletakkan di dalam pot.
Dicukil dari Indiana Express, Anda juga bisa membuat semprotan pengusir semut dari kulit lemon.
Caranya, peras beberapa kulit lemon di dalam cangkir kemudian percikkan pada tanaman. Semut tidak suka jeruk, sehingga aroma jeruk bisa membantu menolak semut.
Cara berikutnya, adalah merebus beberapa buah lemon atau irisan jeruk di dalam air selama 15 menit, kemudian saring. Selanjutnya semprotkan pada tanaman sampai semut-semut pergi.
Cara membasmi kutu perisai
Lalu, jika tanaman juga terkena hama scale, maka ada langkah tambahan yang perlu dilakukan.
Crowe mengatakan, untuk menghilangkan semut, maka sumber makanannya juga harus dihilangkan terlebih dahulu.
Begini cara membasmi kutu perisai:
- Mengikisnya secara manual menggunakan kuku.
- Menyemprotkan white oil (campuran minyak nabati dan sedikit deterjen) pada batang dan daun. Minyak tersebut akan melapisi tubuh scale sehingga mereka tidak bisa mengambil oksigen dan akhirnya mati.
Perawatan ini mungkin perlu dilakukan tiga hingga empat kali karena hama scale cukup sulit dibasmi.
Cara mencegah infestasi semut
Menurut Chongue, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah merawat tanaman secara rutin.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Memeriksa tanaman saat menyiramnya untuk melihat apakah ada hama atau penyakit baru.
- Mengelap daun tanaman secara berkala.
- Menutup celah atau lubang yang bisa menjadi jalan masuk semut ke rumah.
- Membuat penghalang di titik masuk semut dengan bahan bertepung seperti bedak bayi.
- Menjauhkan tanaman dari tempat yang mudah diakses semut, seperti ambang jendela.
Sementara itu, saat memeriksa hama scale, Crowe menyarankan untuk memperhatikan batang dan bagian bawah daun.
“Mereka sangat pandai bersembunyi, dan jumlahnya bisa bertambah sebelum Anda menyadarinya. Namun jika tanaman diperhatikan secara rutin, masalah ini bisa diketahui lebih awal,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang