Penyebab Tanaman Cabai Tidak Berbuah meski Tampak Subur, Jangan Langsung Dicabut

cabai, Tanaman cabai, Penyebab Tanaman Cabai Tidak Berbuah meski Tampak Subur, Jangan Langsung Dicabut, 1. Faktor lingkungan dan iklim, 2. Nutrisi tanaman tidak seimbang, 3. Penyerbukan (polinasi) tidak efektif, 4. Tekanan hama dan penyakit

Tanaman cabai yang tumbuh subur namun tak kunjung berbuah kerap membuat petani maupun pekebun rumahan kebingungan.

Daun tampak hijau lebat, batang kuat, bahkan bunga sempat bermunculan, tetapi buah tidak terbentuk atau rontok sebelum berkembang.

Kondisi ini bukan sekadar persoalan “belum waktunya panen”, melainkan sinyal bahwa ada faktor lingkungan, nutrisi, atau fisiologis tanaman yang tidak berjalan optimal.

Menurut pakar pertanian, keterlambatan tanaman cabai berbuah umumnya dipicu kombinasi stres suhu, ketidakseimbangan unsur hara, hingga gangguan penyerbukan dan hama.

Tanaman cabai yang tidak berbuah ini masih bisa diselamatkan, asalkan Anda tahu penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab mengapa tanaman cabai tidak berbuah dan cara mengatasinya:

1. Faktor lingkungan dan iklim

Dilansir dari laman resmi Iowa State University Extention, suhu tidak optimal bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Diketahui, tanaman cabai membutuhkan kisaran suhu tertentu untuk dapat berbunga dan berbuah secara efektif.

Pada suhu yang terlalu tinggi di siang hari (di atas sekitar 30–32 derajat Celsius) atau terlalu rendah pada malam hari, tanaman sering mengalami rontoknya bunga sebelum berbuah karena stres termal. Kondisi ini menyebabkan gagal polinasi dan buah tidak terbentuk. 

Faktor lingkungan kedua adalah kelembapan dan air tanah tidak stabil.

Kekeringan maupun genangan air di akar dapat mengganggu pemindahan nutrisi ke bunga dan calon buah, sehingga bunga lebih banyak yang gugur dan buah tidak berkembang. Tanaman yang stres karena air sering kali gagal mempertahankan bunga dan menunda buah. 

Solusi: 

  • Usahakan tanaman berada pada suhu moderat (misalnya 21–29 derajat Celsius) dengan memberikan naungan saat panas ekstrem atau penutup saat malam sangat dingin. 
  • Atur irigasi secara konsisten (misal penyiraman dalam jumlah memadai tapi tidak berlebihan) untuk menjaga kelembapan tanah stabil. 

2. Nutrisi tanaman tidak seimbang

Kelebihan nitrogen

Nitrogen yang berlebihan mendorong pertumbuhan daun dan batang (vegetatif) tapi justru menghambat fase generatif (bunga dan buah). Tanaman jadi subur tampak sehat, tetapi hasil buah sedikit atau tertunda, dilansir dari laman Illinois Extention.

Kurang fosfor dan kalium

Fosfor berperan penting dalam pembentukan bunga, kalium membantu pembentukan buah dan kualitasnya. Kekurangan kedua unsur ini sering menyebabkan bunga tidak berkembang menjadi buah atau buah tidak tumbuh normal. 

Solusi:

  • Gunakan pupuk dengan rasio nutrisi seimbang atau pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi setelah fase vegetatif. 
  • Lakukan uji tanah sederhana untuk mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat sebelum pemupukan. 

3. Penyerbukan (polinasi) tidak efektif

cabai, Tanaman cabai, Penyebab Tanaman Cabai Tidak Berbuah meski Tampak Subur, Jangan Langsung Dicabut, 1. Faktor lingkungan dan iklim, 2. Nutrisi tanaman tidak seimbang, 3. Penyerbukan (polinasi) tidak efektif, 4. Tekanan hama dan penyakit

Ilustrasi tanaman cabai yang tidak berbuah banyak.

Walaupun cabai adalah tanaman yang self-pollinating, namun bunga tetap memerlukan perpindahan serbuk sari dari benang sari ke putik.

Dalam kondisi kurang angin, kelembapan tinggi, atau di lingkungan tanpa serangga penyerbuk (misalnya dalam rumah kaca), bunga sering tidak terpolinasi dan kemudian rontok tanpa membentuk buah. 

Solusi:

  • Tingkatkan pergerakan udara di sekitar tanaman.
  • Secara manual bantu polinasi dengan menyentuh bunga ringan dengan kuas halus atau goyangkan tanaman secara ringan pada pagi hari. 

4. Tekanan hama dan penyakit

Serangan hama seperti thrips, kutu kebul, dan virus kuning dapat menghambat pembentukan bunga dan buah karena tanaman menjadi stres atau jaringan bunga rusak.

Selain itu, penyakit akar dan batang dapat mengganggu sistem perakaran yang penting untuk pengambilan air dan nutrisi, seperti dilansir dari laman Pustaka BPPSDMP.

Solusi:

  • Terapkan pengendalian hama dan penyakit secara tepat seperti sanitasi lahan, kontrol vektor (misal kutu kebul), serta penggunaan varietas tahan hama/penyakit jika memungkinkan. 

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi tanaman cabai yang tidak berbuah meski tumbuh subur.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut bahwa ketersediaan air menjadi tantangan utama yang memengaruhi produksi cabai secara umum di lapangan. 

Panduan budidaya cabai Kementan juga menekankan pentingnya pemupukan yang tepat dan penggunaan benih sehat untuk mencegah gangguan virus dan stres tanaman yang bisa memengaruhi hasil buah. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang