Top 7+ Cara Efektif Mengatasi Rambut Rontok di Usia 40-an, Jangan Ikat Rambut Terlalu Kencang

7 Cara Efektif Mengatasi Rambut Rontok di Usia 40-an, Jangan Ikat Rambut Terlalu Kencang, 1. Rawat kulit kepala untuk merangsang pertumbuhan, 2. Pilih pewarna rambut tanpa amonia, 3. Kelola stres untuk cegah kerontokan parah, 4. Hindari gaya rambut terlalu ketat, 5. Gunakan produk kaya pelembab, 6. Ciptakan volume dengan teknik tepat, 7. Perbaiki dari dalam tubuh

Memasuki usia 40 tahun, banyak orang mulai menyadari rambut terasa lebih tipis, mudah patah, dan rontok lebih banyak dari biasanya. Perubahan hormon, stres, hingga kebiasaan styling di masa lalu bisa menjadi pemicunya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa rambut rontok di usia ini dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Simak tujuh cara yang bisa dilakukan.

7 Cara mengatasi rambut rontok di usia 40-an

1. Rawat kulit kepala untuk merangsang pertumbuhan

Menurut salah satu pendiri dan Chief Medical Officer Nutrafol, Sophia Kogan, kesehatan rambut berawal dari kulit kepala.

“Kesehatan kulit kepala bergantung pada faktor internal seperti keseimbangan hormon seks dan hormon stres, serta stres oksidatif dan kesehatan usus,” jelasnya, seperti dikutip Byrdie, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, tidak terlalu sering mencuci rambut, menghindari pewarnaan dan proses kimia keras, serta rutin memijat kulit kepala dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut. 

Pijatan ringan meningkatkan aliran darah ke folikel, sehingga mendukung fase pertumbuhan rambut.

2. Pilih pewarna rambut tanpa amonia

Bagi yang tetap ingin mewarnai rambut, penting memilih produk yang lebih ramah kulit kepala. 

Kogan menjelaskan, amonia dalam pewarna rambut memiliki pH tinggi yang dapat merusak kulit kepala dan folikel rambut.

“Saat berbicara dengan penata rambut, tanyakan tentang pewarna alami dan organik serta hindari hidrogen peroksida, amonia, ethanolamines, dan paraphenylenediamine (PPD),” sarannya.

Formula bebas amonia dinilai lebih lembut dan membantu menjaga struktur rambut tetap kuat serta berkilau setelah proses pewarnaan.

3. Kelola stres untuk cegah kerontokan parah

Stres kronis maupun akut dapat berdampak langsung pada siklus rambut. Kogan mengungkap, ketika stres berat terjadi, tubuh mengalami perubahan hormonal dan neurokimia yang signifikan.

“Ketika stres akut besar terjadi, hal itu dapat menyebabkan pergeseran besar dalam keseimbangan hormon dan neurokimia, yang memberi sinyal pada sejumlah besar folikel rambut untuk berpindah lebih cepat dari fase pertumbuhan ke fase istirahat,” jelasnya.

Pada fase istirahat (telogen), rambut berhenti tumbuh dan bersiap rontok. Akibatnya, kerontokan bisa terlihat tiga hingga enam bulan setelah peristiwa stres terjadi. 

Mengelola stres melalui olahraga, meditasi, atau konseling dapat membantu meminimalkan dampaknya.

4. Hindari gaya rambut terlalu ketat

Penata rambut selebritas Irinel de Leon mengingatkan bahwa kebiasaan menata rambut terlalu ketat sejak usia muda bisa berdampak jangka panjang.

“Kulit kepala sensitif dan rentan rusak seiring waktu, sehingga gesekan, tarikan, dan penyisiran berlebihan dapat merusak folikel rambut dan lama-kelamaan menyebabkan kerontokan permanen,” ujarnya.

Gaya rambut seperti kepang ketat, ekstensi, atau kuncir tinggi dapat memicu traction alopecia. Oleh karena itu, penting memperlakukan rambut dengan lembut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

5. Gunakan produk kaya pelembab

Seiring bertambahnya usia, produksi sebum alami kulit kepala berkurang. Hal ini membuat rambut lebih kering dan rapuh, terutama setelah menopause.

De Leon menyarankan penggunaan produk yang kaya pelembab dan menghindari clarifying shampoo yang terlalu keras. 

Produk yang menghidrasi kulit kepala membantu menjaga elastisitas batang rambut dan mengurangi risiko patah.

Mengurangi penggunaan alat panas ekstrem juga penting agar rambut tidak semakin rapuh.

6. Ciptakan volume dengan teknik tepat

Penata rambut profesional Nate Rosenkranz menekankan pentingnya memilih produk yang sesuai untuk rambut tipis.

“Hal terbaik untuk mendapatkan volume pada rambut halus atau menipis adalah memulai dengan produk yang diformulasikan khusus sesuai kebutuhan kamu,” ujarnya.

Ia menyarankan mengeringkan akar rambut terlebih dahulu menggunakan hair dryer dengan nozzle konsentrator. Teknik ini membantu menciptakan volume maksimal dari akar.

“Konsentrator memfokuskan aliran udara panas pada bagian kecil, bukan menyebarkannya,” jelasnya. 

7. Perbaiki dari dalam tubuh

Kogan menegaskan, kesehatan rambut tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga kondisi internal tubuh.

“Penting untuk menyadari bahwa kesehatan kulit kepala dan rambut tidak hanya dipengaruhi faktor luar, tetapi juga lingkungan internal seluruh tubuh, itulah sebabnya penting mengambil pendekatan holistik,” katanya.

Ia menjelaskan, suplemen tertentu mengandung bahan seperti saw palmetto untuk melawan DHT (hormon penyebab penipisan rambut), ashwagandha untuk membantu mengatasi stres, serta antioksidan untuk melawan stres oksidatif.

Pendekatan menyeluruh dari dalam dan luar tubuh dinilai menjadi kunci mengatasi rambut rontok di usia 40 tahun, sekaligus menjaga kesehatan rambut dalam jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang