Cerita Biker Indonesia Umrah ke Mekah Pakai Yamaha Xmax 250
Siapa yang tidak tahu dengan Yamaha Xmax. Sebuah skutik gambot kerap diandalkan dalam kegiatan touring.
Namun di tangan Anshar atau biasa disapa Daeng, Yamaha Xmax tidak hanya dipakai touring antar daerah saja, melainkan digunakan untuk melintasi berbagai negara.
Pria asal Sulawesi Selatan itu baru saja menyelesaikan perjalanan umrah ke Tanah Suci Mekkah, menggunakan motor matic Yamaha.
Ia menempuh jarak hingga 27 ribu kilometer. Kemudian melintasi 12 negara di Asia serta Timur Tengah selama tujuh bulan.

Melihat perjuangan Anshar, Yamaha Indonesia Motor Mfg (YIMM) menggelar acara seremoni penyambutan dengan tajuk ‘Maxi Unstoppable Journey’ hari ini, Jumat (19/12).
Bertempat di Yamaha Flagship Shop Cempaka Putih, Jakarta, apresiasi diberikan karena perjalanan yang dilalui tidak hanya inspiratif.
Akan tetapi, hal tersebut turut membuktikan kualitas dan ketangguhan Yamaha Xmax di berbagai kondisi medan jalan maupun cuaca.
“Yamaha sangat mengapresiasi apa yang telah Daeng capai, karena ini benar-benar sangat merefleksikan semangat ‘Kando’ yang menjadi filosofi dari perusahaan,” ungkap Sutarya, Senior Director Marketing YIMM, dalam keterangan resmi.
Sutarya menjelaskan, setiap konsumen yang menggunakan motor Yamaha pasti bakal merasakan Fun & Excitement Feeling.
Jadi keputusan Anshar menunggangi Yamaha Xmax dinilai sudah tepat. Sebab mampu menemani perjalanan hingga ke Tanah Suci.
“Apalagi motor Xmax yang digunakan merupakan produk global buatan Indonesia yang diekspor ke lebih dari 45 negara di dunia,” lanjut Sutarya.
Dia pun mengklaim bahwa durabilitas Yamaha Xmax sudah teruji. Kemudian ketersediaan suku cadang juga dapat ditemukan di berbagai negara.
Di sisi lain, kondisi sosial-politik maupun geografis yang berbeda-beda di setiap negara menjadi tantangan tersendiri bagi Anshar.
“Untuk ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Laos secara keseluruhan tidak ada kendala berarti,” kata Anshar.
Meski begitu saat ingin melintasi Cina, proses administrasi disebut cukup rumit. Memakan biaya mahal karena harus menyewa pemandu yang disiapkan pemerintah setempat.
Sementara di Afghanistan, infrastruktur jalan masih sangat buruk. Selama empat hari, Anshar harus melewati jalur lintas provinsi berpasir serta berbatu.
“Beberapa kali saya sempat tumbang karena kelelahan dan motor juga mengalami kendala di sana,” tegas Anshar.

Sedangkan ketika berada di Iran, ia hanya dibatasi untuk pengambilan dokumentasi. Terutama di area situs-situs pemerintahan.
“Jujur saya sangat kagum dengan Yamaha Xmax ini, karena secara durabilitas untuk perjalanan jauh hingga puluhan ribu kilometer sudah teruji kuat,” tutup Anshar.