Seskab Teddy Bilang Prabowo Selalu Dengarkan Keluhan Korban Bencana Sumatera
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu mendengarkan keluhan korban bencana di Pulau Sumatera.
Ia menjelaskan bahwa Prabowo pertama kali mengunjungi Kuta Cane, Aceh Tenggara untuk meninjau langsung pengungsian dan jembatan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor.
Presiden Prabowo saat meninjau jembatan bailey mantuang
Teddy menegaskan Prabowo langsung memerintahkan jajarannya untuk membenahi jembatan yang rusak ketika ada masyarakat yang menyampaikan keluhannya.
"Bapak Presiden pertama ke Kutacane, Aceh Tenggara, langsung meninjau jembatan yang putus ke pengungsian. Orang bilang, 'Jangan ke sana Pak. Jangan ke pengungsian aja, bikin jembatan Pak',". Bapak Presiden ke bireun bikin jembatan di sana. Dalam seminggu tersambung," kata Teddy dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timu, Jumat, 19 Desember 2025.
Kemudian, kata Teddy, ada masyarakat yang meminta Presiden untuk menggelar rapat penanganan bencana di Aceh. Prabowo pun langsung memboyong para menterinya untuk rapat di Banda Aceh.
"Sudah jembatan jadi, orang bilang lagi, 'Rapat Pak di sana', rapat di sana Bapak Presiden ke Banda Aceh, bawa seluruh menteri hampir 15 dan perangkatnya," tuturnya.
Selanjutnya, masih ada lagi pihak yang mendesak Prabowo datang ke daerah yang masih terdampak parah. Kemudian, Presiden juga mendengar dan berangkat ke sejumlah titik tersebut.
"Kemudian dibilang lagi sama pihak tertentu, 'Datang Pak ke daerah yang terparah, yang baru terbuka jalur daratnya'. Bapak Presiden ke Aceh Tamiang," jelas Teddy.
"Setelah ke Aceh Tamiang dibilang lagi, 'Datangnya jangan ke Aceh Tamiang Pak, datangnya ke daerah yang di tengah, yang enggak tembus jalur darat', Bapak Presiden datang lagi ke Kabupaten Bener Meriah sama Aceh Tengah, ke Takengon," imbuh dia.
Tak hanya presiden dan wakilnya, tetapi para menteri juga langsung mengecek dan menangani bencana di Sumatera.
"Pak Mendagri ke Pidie, Pak Menhan ke Pidie, Pak Panglima, Pak Kapolri tentu saja, Pak Menteri Kesehatan ke Sumbar, dan lain sebagainya," lanjut Teddy.
Teddy menegaskan, sebelum Presiden RI dan para pembantunya ke Sumatera, pemerintah juga sudah bergerak sejak awal terjadinya bencana.
Sejak awal bencana terjadi, jajaran personel TNI, Polri, hingga Basarnas langsung dikerahkan ke lokasi yang terjadi bencana. Selain itu, Prabowo juga langsung melakukan koordinasi dengan Menko PMK Pratikno serta jajaran kepala daerah.
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau jalan putus di Lembah Anai
Sejumlah armada pesawat dan helikopter yang ada di Pulau Sumatera dan Jawa turut ikut dikerahkan sejak awal.
"Nah jadi yang saya mau sampaikan di sini, sejak hari pertama, detik pertama, pemerintah beserta warga itu sudah sama-sama berjuang keras mengevakuasi warga dan gimana caranya ini segera pulih," tegas Teddy.