Saham BNBR Meroket Usai Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung, Manajemen Buka Suara
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), telah mengakuisisi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Usai akuisisi, saham BNBR pun meroket dari Rp 57 per lembar pada 28 November 2025 menjadi Rp 116 per lembar pada hari ini, Rabu, 17 Desember 2025.
Bahkan, data RTI mencatat bahwa dalam perdagangan 15 hari terakhir saham BNBR telah menguat 115,28 persen, seiring perolehan Rp 1,20 miliar dari net foreign buy dalam sepekan terakhir perdagangan.
Dengan adanya kenaikan signifikan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun langsung men-suspensi saham BNBR guna melindungi para investor, terkait adanya peningkatan signifikan pada harga saham BNBR tersebut.
Gerbang Tol Jatikarya 2, ruas jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Ketika hal itu ditanyakan kepada pihak manajemen, Wakil Direktur Utama BNBR, Ardiansyah Bakrie menegaskan, kenaikan signifikan saham BNBR terjadi karena mekanisme pasar dan tidak bisa hanya didasarkan pada satu aspek semata.
"Kalau kita melihat pergerakan saham, itu sepenuhnya ditentukan dengan adanya suatu mekanisme pasar," kata Ardi dalam public expose insidentil BNBR, Rabu, 17 Desember 2025.
"Karena pelaku pasar itu memiliki penilaian-penilaian sendiri terhadap perkembangan suatu industri atau suatu perusahaan. Jadi itu di luar kendali kami juga karena itu merupakan suatu mekanisme pasar," ujarnya.
Saat ditanya apakah ke depannya BNBR akan kembali mengakuisisi jalan tol, Ardi mengatakan bahwa pihaknya masih belum memikirkan kembali mengenai hal tersebut. Dia mengaku bahwa saat ini pihak manajemen akan fokus terlebih dahulu pada pengelolaan CCT, dengan adanya sejumlah prospek bisnis yang dinilai menjanjikan dan bisa memberikan pendapatan kepada perusahaan.
Sebab, Ardi mengaku melihat besarnya potensi bisnis dan nilai strategis dari pengelolaan CCT ini, karena tol tersebut menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 2. Dimana diperkirakan bahwa ke depannya hal itu akan semakin meningkatkan volume kendaraan yang melintas di dalamnya.
"Kita melihat tol Cimanggis-Cibitung ini juga menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 2, yang kita proyeksikan bahwa hal itu akan semakin meningkatkan volume lalu lintas kendaraan yang akan ada di situ," ujar Ardi.
"Apalagi, hal itu juga seiring dengan berkembangnya kawasan industri logistik dan perumahan yang berada di koridor timur kawasan Jabodetabek," ujarnya.