Terima Ribuan Pesan Keluhan, Dude Harlino Buka Suara soal Masalah Gagal Bayar
Aktor Dude Harlino akhirnya buka suara soal polemik gagal bayar yang menimpa platform P2P lending Dana Syariah Indonesia (DSI). Ia mengungkap menerima ribuan pesan dari lender yang dananya belum dibayarkan, meski statusnya sebagai brand ambassador sudah berakhir sejak pertengahan 2025.
Dude menegaskan dirinya memahami konsekuensi ketika pernah menjadi Brand Ambassador DSI bersama sang istri, Alyssa Soebandono. Karena itu, ia tidak terkejut ketika pesan keluhan terus berdatangan. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Saya memahami konsekuensi sebagai Brand Ambassador, bahwa memang akan banyak yang bertanya, banyak yang DM, itu sangat lumrah sekali. Karena memang sejatinya saya mewakili brand selama saya bekerja, tentu dalam kurun waktu tertentu gitu ya, dan batas-batas dalam kontrak ya,” kata Dude Harlino di Jakarta Selatan.
Meski sudah tidak terikat kontrak sejak pertengahan 2025, Dude menilai dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk membantu para lender. Ia kemudian ikut memediasi keluhan-keluhan itu kepada pihak DSI.
“Banyak dari teman-teman lender yang berkeluh kesah lewat DM. Saya sangat prihatin dan saya ingin hal ini bisa terdengar lebih luas lagi. Jadi makanya tadi ada mediasi itu membuat saya sebenarnya menaruh harapan di mediasi itu. Ada pembayaran pertama, itu ada harapan buat saya. Artinya mereka bisa menerima haknya mereka,” jelasnya.
Dude mengaku tidak menduga platform yang pernah ia promosikan bakal mengalami masalah sebesar ini. Ia menilai sejak awal DSI memperlihatkan diri sebagai platform yang sudah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Posisi saya sebagai Brand Ambassador memang dibatasi dengan pasal-pasal yang ada di kontrak. Saya tidak ada di dalam internal manajemen perusahaan, tidak juga ikut di dalam operasional, tidak mengetahui apa yang menjadi sistem mekanismenya seperti apa di dalam dan sebagainya,” kata Dude.
“Saya hanya tahu apa yang dijelaskan ke saya, termasuk apa produk yang nantinya akan saya publikasikan kepada masyarakat. Kemudian, semua pertanyaan saya langsung sampaikan ke pihak DSI,” lanjutnya.
Kasus gagal bayar DSI sebelumnya memicu perhatian OJK. Lembaga tersebut menjatuhkan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) kepada DSI sebagai langkah pengawasan.
Ketua Paguyuban Lender DSI, Ahmad Pitoyo, menyebut pihaknya telah memverifikasi kerugian 4.200 anggotanya dari total 14.099 lender. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. Ia berharap DSI dapat mengembalikan seluruh dana lender tanpa potongan.
Di tengah situasi ini, Dude menegaskan keinginannya untuk tetap membantu.
“Jadi ya buat saya, karena di sini niat saya untuk membantu. Saya juga paham ada kontribusi saya mungkin secara tidak langsung juga dalam ikut menyuarakan dan mengawal ini buat saya harus saya lakukan,” ujar Dude.