Prabowo Hapus KUR Petani di Aceh, Legislator Tegaskan Pemulihan yang Lebih Terukur
Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho, menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani yang terdampak bencana alam di Aceh.
Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Presiden Prabowo Kunjungi Tenda Pengungsi Bencana di Aceh
Andhika menegaskan bahwa inisiatif penghapusan utang ini merupakan respons nyata negara dalam memastikan pemulihan berbasis keadilan sosial bagi kelompok ekonomi paling rentan.
Ribuan petani disebut kehilangan lahan, peralatan, bahkan sumber pendapatan utama akibat kerusakan infrastruktur pertanian. Ia pun turut menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang menimpa Pulau Sumatera.
“Saya turut prihatin atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Aceh. Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian ribuan petani dan keluarga mereka,” kata Andhika dalam keterangannya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menambahkan pentingnya dukungan penuh terhadap langkah pemerintah agar penanganan darurat dan pemulihan di Aceh dapat berjalan cepat dan efektif.
Di sisi lain, Andhika juga mendorong agar kebijakan penghapusan utang KUR tidak hanya berlaku di Aceh, tetapi diperluas ke wilayah-wilayah lain di Sumatra yang juga terdampak bencana.
Ia menyoroti kawasan seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Padang, di mana petani serta pedagang kecil menunjukkan dampak kerugian yang serupa.
Menurutnya, keadilan kebijakan harus dijaga agar seluruh pelaku usaha kecil di daerah bencana dapat memperoleh perlindungan yang sama.
“Penghapusan utang ini harus berlaku adil bagi seluruh petani dan pedagang kecil di wilayah bencana Sumatera,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Andhika mendorong percepatan penyaluran KUR baru sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi berbasis masyarakat. Ia menilai akses kredit yang cepat dan terjangkau akan membantu petani memulai kembali kegiatan produksi, memperbaiki rantai pasok, serta menggerakkan aktivitas perdagangan di daerah terdampak.
Menurutnya, pemulihan ekonomi lokal harus dilakukan secara paralel dengan penanganan darurat agar masyarakat dapat kembali stabil dalam waktu yang lebih singkat.
Presiden Prabowo Tinjau Korban Bencana di Aceh
Andhika berharap pemerintah dapat memastikan seluruh proses pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat kecil berjalan cepat, tepat, dan terukur. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar kebijakan penghapusan utang dan penyaluran bantuan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
“Sinergi yang kuat antara DPR dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan setiap bantuan bencana memberi manfaat maksimal bagi masyarakat di lapangan,” pungkasnya.