Bukan Cuma Warren Buffett, Manusia Rp36 Triliun Ini Masih Tinggal di Rumah Pertamanya
Di saat para miliarder berlomba membeli hunian mewah, Charlie Munger menghabiskan hampir tujuh dekade hidup di rumah sederhana yang ia beli pada tahun 1953. Tanpa kemewahan bahkan tanpa pendingin ruangan (AC) padahal nilai kekayaannya bersihnya saat hidup mencapai miliaran dolar.
Munger yang meninggal pada November tahun 2023 di usia 99 tahun, sebenarnya memiliki sebuah rumah mewah di kawasan di Montecito, California. Hunian dengan panorama laut itu berada di dalam kawasan eksklusif yang ia rancang sendiri.
Rumah ikonik ini bahkan mendapat julukan dari warga setempat sebagai Mungerville, namun rumah tersebut nyaris tidak pernah Munger tempati. Ia lebih memilih bertahan di kediaman lamanya di Los Angeles, yang lebih fungsional dan jauh dari kesan glamor.
Menurut laporan The Wall Street Journal, kesederhanaan rumah Munger sampai-sampai sahabat-sahabatnya sampai membawa kipas listrik dan bongkahan es untuk mendinginkan ruang baca sang investor legendaris saat terjadi gelombang panas melanda tiga tahun sebelum Munger wafat.Sebelum tutup usia, Munger sempat mengungkap alasan mengapa ia menolak gaya hidup mewah khas para miliarder.
“[Buffett dan saya] cukup pintar untuk melihat teman-teman kami yang kaya raya membangun rumah sangat mewah. Dan saya akan mengatakan hampir di setiap kasus, itu membuat mereka kurang bahagia, bukan lebih bahagia," jelas Munger dikutip dari YahooFinance pada Minggu, 7 Desember 2025.
Menurut Munger, rumah besar hanya memberikan manfaat tambahan yang sangat terbatas. Rumah yang lebih besar mungkin membantu menjamu lebih banyak orang, tetapi perawatannya membuyuhkan biaya sangat mahal.
Munger menilai gaya hidup supermewah dapat berdampak buruk pada keluarga. Dengan sembilan anak dari dua pernikahan, ia sengaja memilih kehidupan yang lebih membumi.
“Saya punya banyak sekali anak, tetapi saya tetap memutuskan untuk tidak hidup seperti Duke of Westchester. Saya melakukan itu dengan sengaja… Saya tidak berpikir itu akan baik untuk anak-anak," katanya.
Sikap sederhana ini menjadi prinsip hidup Munger lantaran ia percaya hidup di bawah kemampuan adalah strategi, bukan pengorbanan. Saat para miliarder lain sibuk mengejar meter persegi, Munger fokus pada pembelajaran, diskusi, dan investasi disiplin yang membangun reputasinya sebagai salah satu pemikir paling tajam di dunia finansial.
Anak tiri Munger, Hal Borthwick, mengatakan sang Ayah tidak pernah berhenti belajar meski kondisi fisiknya menurun. Ia tetap berdiskusi soal kecerdasan buatan, mendukung proyek real estate, dan menghabiskan waktu bersama sahabat dalam makan siang potluck sederhana di rumahnya.