Warren Buffett Beri Gen Z Nasihat soal Menabung, Membeli Rumah, dan Membelanjakan Uang

Warren Buffett, Warren Buffett Beri Gen Z Nasihat soal Menabung, Membeli Rumah, dan Membelanjakan Uang, Nasihat soal menabung, Nasihat soal kebiasaan berutang, Nasihat soal membeli rumah, Nasihat soal membelanjakan uang

 Warren Buffett mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO konglomerasi Berkshire Hathaway pada akhir 2025, saat usianya menginjak 95 tahun.

Selain dikenal karena keahliannya dalam berinvestasi yang mengantarkan kekayaan pribadinya hingga diperkirakan mencapai 150 miliar dollar AS, sosok yang dijuluki “Oracle of Omaha” ini juga kerap menyampaikan kebijaksanaan mengenai beragam topik bisnis, ekonomi, dan keuangan sepanjang masa kepemimpinannya.

Nasihat Buffett kerap didengar banyak orang, terutama sarannya soal mengatur keuangan dan mengembangkan bisnis.

Berikut nasihat Warren Buffet soal mengatur keuangan yang bisa dicontoh oleh kaum muda, termasuk Gen Z.

Nasihat soal menabung

Dilansir dari laman Money, Warren Buffett kerap menekankan nilai tabungan berbunga majemuk yang memungkinkan uang tumbuh seiring waktu, serta pentingnya memiliki cadangan kas.

Berikut sejumlah pandangannya tentang menabung:

  • "Bahkan rekening tabungan yang benar-benar tidak aktif sekalipun akan menghasilkan pendapatan bunga yang terus meningkat setiap tahun karena efek bunga majemuk.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 1977).
  • “Kami akan selalu mengatur keuangan kami sedemikian rupa sehingga kebutuhan kas apa pun yang mungkin kami perlukan akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan likuiditas yang kami miliki.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 2009).
  • “Ketika tagihan jatuh tempo, hanya uang tunai yang sah sebagai alat pembayaran. Jangan pergi tanpa membawanya.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 2014).
  • “Menggabungkan tabungan dengan bunga majemuk bisa menghasilkan hasil yang luar biasa.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 2019).
  • “Kamu seharusnya membelanjakan sedikit lebih kecil dari penghasilanmu.” (Rapat tahunan Berkshire Hathaway, 2023).

Nasihat soal kebiasaan berutang

Baik dalam bisnis maupun keuangan pribadi, Warren Buffett tidak pernah menganjurkan berutang.

Berikut pandangannya soal utang:

  • “Secara umum, kami tetap memiliki keengganan terhadap utang, terutama utang jangka pendek.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 1992)
  • “Saya pikir orang seharusnya menghindari menggunakan kartu kredit seperti celengan yang bisa dijarah. Jika saya memiliki utang dengan bunga 18 persen, hal pertama yang akan saya lakukan dengan uang apa pun yang saya punya adalah melunasinya. Itu jauh lebih baik daripada ide investasi apa pun yang saya miliki.” (Rapat tahunan Berkshire Hathaway, 2020)
  • “Jika kamu pada dasarnya bisa membayar bunga 12 persen, 14 persen, atau berapa pun dari kartu kredit, artinya kamu berkata, ‘Saya akan menghasilkan lebih dari 12 atau 14 persen dari uang saya.’ Dan jika kamu bisa melakukan itu, datanglah ke Berkshire Hathaway.” (Rapat tahunan Berkshire Hathaway, 2023)

Nasihat soal membeli rumah

Meski begitu, Warren Buffett membedakan kebiasaan berutang dengan kredit kepemilikan rumah.

Berikut nasihat Buffett terkait pembelian rumah, aset terbesar yang bisa dimiliki Gen Z:

  • “Pembelian rumah seharusnya melibatkan uang muka yang sungguh-sungguh setidaknya 10 persen serta cicilan bulanan yang dapat ditanggung dengan nyaman oleh penghasilan peminjam.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 2008)
  • “Tahun lalu saya menjelaskan mengapa para pembeli kami, umumnya berpenghasilan rendah, berkinerja sangat baik sebagai risiko kredit. Sikap mereka adalah faktor terpenting: mereka mendaftar untuk tinggal di rumah tersebut, bukan untuk menjual kembali atau membiayai ulang. Karena itu, para pembeli kami biasanya mengambil pinjaman dengan cicilan yang disesuaikan dengan penghasilan mereka yang telah diverifikasi dan menantikan hari ketika mereka bisa melunasi hipotek mereka.” (Surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, 2009)

Nasihat soal membelanjakan uang

Dilansir dari Financial Express, Buffett tak menyarankan anak muda menghabiskan uang untuk membeli hal-hal berikut:

1. Mobil baru

Buffett menilai hal ini sebagai salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan kebanyakan orang, karena nilai mobil baru langsung menyusut begitu keluar dari showroom, dan nilainya terus turun dari tahun ke tahun, bahkan bisa anjlok hingga 60 persen hanya dalam waktu lima tahun.

Buffett sendiri, meski memiliki aset bernilai miliaran dollar, hanya memiliki Cadillac XTS keluaran 2014. Mobil itu pun ia beli dari General Motors dengan potongan harga besar.

2. Judi

Buffett menyebut perjudian dan lotre sebagai “pajak matematika”, yakni pajak yang dikenakan kepada mereka yang tidak memahami matematika dan logika.

Ia meyakini kebiasaan ini menjauhkan orang dari kerja keras dan investasi yang nyata, serta menjerat mereka dalam ilusi harapan dan keberuntungan. 

“Jangan menaruh uang di tempat yang peluangnya tidak berpihak kepada Anda,” ujarnya.

3. Rumah besar yang tidak diperlukan

“Rumah adalah tempat untuk ditinggali, bukan ukuran kesuksesan,” ujar Buffett.

Rumah yang lebih besar berarti pajak yang lebih tinggi, biaya perawatan lebih besar, kebutuhan staf, serta tanggung jawab yang lebih banyak.

4. Produk investasi yang rumit

“Jangan pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak Anda pahami,” saran Buffett.

Artinya, jika Anda tidak benar-benar memahami suatu investasi, mulai dari strategi di baliknya, risikonya, potensi keuntungannya, hingga biaya-biaya yang dikenakan, maka berinvestasi di sana sama saja dengan mempertaruhkan uang hasil jerih payah Anda.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang